News

Anies Tawarkan Program Kartu Pekerja untuk Buruh hingga Ponsel Nanik S Deyang Disita Polisi


Anies Tawarkan Program Kartu Pekerja untuk Buruh hingga Ponsel Nanik S Deyang Disita Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Berita Gubernur Anies Baswedan yang menolak upah minimum provinsi (UMP) menjadi artikel teratas dikanal megapolitan.

Selanjutnya, Penyidik Polda Metro Jaya yang menyita ponsel Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang juga menjadi salah satu berita yang masuk dalam artikel dengan pembaca terbanyak.

Berikut lima berita populer Megapolitan di AKURAT.CO:

1. Anies tawarkan program kartu pekerja untuk Buruh

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum bisa memenuhi permintaan serikat buruh soal besaran upah minimum provinsi (UPM) provinsi DKI Jakarta sebesar Rp.4,3 Juta perbulan. Besaran UMP yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya sekitar Rp.3,9 juta setiap bulan.

Hari ini, Kamis 25 Oktober 2018 Gubernur Anies Baswedan menggelar pertemuan dengan perwakilan serikat buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, pertemuan itu dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta.

Anies Baswedan menegaskan, pertemuan tersebut menghasilkan program kesejahteraan yang akan diberikan kepada para buruh. Nantinya para buruh akan diberikan fasilitas berupa kartu pekerja untuk mengakomodasi kebutuhan mereka.

Baca selengkapnya di link ini

2. Nusron Wahid diusir dan dilarang salat di Masjid Luar Batang

Politisi Partai Golkar Nusron Wahid diusir warga saat berkunjung ke Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Kamis 25 Oktober 2018 malam.

Kapolsek Penjaringan, AKBP Rahmat Sumekar membenarkan aksi pengusiran tersebut. Menurutnya, pengusiran terjadi diduga karena warga dendam dengan Nusron lantaran pernah menyebut permukiman warga kumuh.

"Jadi warga sana tuh masih dendam, dulu kata warga Nusron pernah ngomong bahwa Luar Batang ini tempatnya kumuh, begitu. Warga ada yang tau Nusron dateng kemudian diusir, terus ya udah diredam, ditenangkan sama majelis Masjid Luar Batang," terang Rahmat kepada awak media, Jumat 26 Okotber 2018.

Baca selengkapnya di link ini

3. Lapar, peserta aksi bela Tauhid santap nasi kotak

Aksi Bela Tauhid masih berlangsung hingga pukul 16.00 WIB di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat 26 Oktober 2018.

Massa terlihat tersebar di beberapa titik. Terlihat dari sisi Barat Monas, peserta Aksi Bela Tauhid tengah bersantai sambil menyantap makanan yang terbungkus kardus kotak berwarna putih.

"Iya lapar. Tadi kita dari sana kok (di depan mobil komando), tapi lapar yaudah kita minggir saja dulu, makan dulu sambil ngadem," kata Ridho salah satu dari kelompok pemuda itu kepada AKURAT.CO.

Baca selengkapnya di link ini

4. Diduga sebarkan berita bohong, mantan Jubir HTI dipolisikan

Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) melaporkan mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yustanto ke Bareskrim Polri, karena dianggap menyebarkan berita bohong di media sosial (Medsos).

"Kebohongannya itu karena dia mengatakan enggak ada bendera HTI, tetapi faktanya bahwa bendera HTI itu masih ada. Beliau (Ismail) menyebarkan lewat twitter bahwa bendera HTI itu enggak ada tetapi faktanya itu ada," kata Ketua Tim Advokasi FUIR Rivai Sabon Mehen di Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 25 Oktober 2018.

Menurut dia, bendera HTI saat ini sudah menyebar di seluruh Indonesia dan apa yang disampaikan Ismail adalah sebuah kebohongan.

Baca selengkapnya di link ini

5. Ponsel Wakil Ketua Tim BPN Prabowo-Sandiaga disita Polisi

Penyidik Polda Metro Jaya menyita ponsel Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang pada 15 Oktober lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono membenarkan pihaknya menyita ponsel Deyang sebagai barang bukti kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Bukan disimpan, (tapi) disita untuk barang bukti," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/10).

Baca selengkapnya di link ini