News

Anies Targetkan DKI Nol Emisi di 2050

Anies Targetkan DKI Nol Emisi di 2025


Anies Targetkan DKI Nol Emisi di 2050
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dalam beberapa tahun  terakhir ini.  

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  ini mengatakan,  target jangka panjangnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa mengurangi emisi gas rumah kaca hingga nol emisi  pada 2025. Tentu  hal ini dilakukan secara bertahap dengan target penurunan emisi hingga 50 persen pada 2023  nanti.

"Target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 50 persen pada tahun 2030, hingga mencapai nol emisi pada tahun 2050," kata Anies di akun facebooknya dikutip Akurat.co Kamis (18/3/2021). 

Anies mengatakan upya DKI Jakarta mengembangkan ketahanan masyarakat dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan iklim itu  sudah disampaikan  dalam Zero Carbon City International Forum yang diselenggarakan pada Rabu (17/3/2021) malam. 

"Forum diskusi ini diselenggarakan oleh Institute For Global Environmental Strategies (IGES) ini diikuti perwakilan dari berbagai kota dan organisasi dari berbagai negara yang bertujuan untuk meningkatkan upaya kota-kota dunia mencapai nol emisi gas rumah kaca," tuturya. 

Lebih lanjut Anies mengatakan, upaya  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengurangi emisi ini juga dilakukan dengan mengubah paradigma pembangunan kota Jakarta yang tadinya berorientasi mobil menjadi pembangunan berorientasi transit dengan melakukan integrasi sistem transportasi umum massal.

"Selain itu kami mulai menetapkan kawasan Kota Tua sebagai Low Emission Zone (LEZ), mewajibkan setiap kendaraan pribadi lolos uji emisi, merevitalisasi trotoar, menyiapkan jalur sepeda dan tempat parkir sepeda, serta masih banyak lagi," ucapnya. 

Anies mengatakan, untuk mewujudkan rencana itu Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta tentu tidak bisa kerja sendiri. Perlu ada kolaborasi dengan berbagai pihak dan para pemangku kepentingan di ibukota.

"Untuk menjadi kota berketahanan tidak dapat dilakukan oleh Jakarta saja. Perlu ada kolaborasi dengan berbagai pihak dan para pemangku kepentingan, saling berbagi ilmu dan pengalaman dengan berbagai kota lain di dunia. 

"Maka dari itu kami menyediakan platform Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) di mana merupakan model kolaborasi lintas sektor, kami juga mengundang kolaborasi dengan berbagai kota di dunia," tutupnya. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu