News

Anies Surati Risma Minta Validasi Data Penerima Bansos Covid-19

Sebanyak 99.450 warga Jakarta belum menerima bansos karena data penerima double


Anies Surati Risma Minta Validasi Data Penerima Bansos Covid-19
Warga saat mendapatkan bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp600 ribu di kawasan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, Rabu (28/7/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyurati Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk meminta validasi data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di ibukota. Surat dikirim Anies karena masih ada data penerima yang double.

"Pak Gubernur sudah bersurat kepada Ibu Mensos untuk meminta kepastian data by name by address," kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lestari, dalam diskusi virtual yang digelar Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Dia mengatakan adanya data double membuat bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 tidak bisa disalurkan. Karenanya dalam surat yang dikirim, Anies minta kepastian siapa saja yang menerima.

"Sehingga nanti kami lakukan pemadanan data dan uang yang memang masih kami tunda untuk di topup kepada para pemilik rekening itu bisa segera dicairkan," tuturnya.

Total keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan di DKI ada 1.844.833 Kepala Keluarga. Dari jumlah itu sebagian bansos ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan sebagian ditanggung Pemerintah Pusat.

Pemprov DKI menanggung penerima manfaat di Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu dengan total penerima sebanyak 1 juta KK. Adapun sisanya, 837 ribu KK ditanggung Pemerintah Pusat.

Premi menyebut, sejak dicairkan pekan lalu, pihaknya telah menyalurkan bantuan ke  907.000 KK dari total 1 juta KK. Sisanya masih ditunda hingga Kemensos membetulkan data para penerima.

"Sebelum hari raya Iduladha kemarin kami sudah melakukan top-up untuk 907.000. Kenapa hanya 907000 dari 1 juta karena masih ada data double 99.450 KPM dari Kementerian Sosial. Sehingga kami tidak bisa memberikan uang tersebut sebelum ada validasi data," tuturnya.

Total anggaran yang disediakan Pemprov DKI untuk penyaluran bansos mencapai Rp604 miliar. Dana ini diambil dari berbagai pos anggaran lain seperti program revitalisasi gedung sekolah dan pantai, maklum dana Pemprov DKI sedang cekak lantaran dihantam pandemi selama satu tahun lebih ini.

Bantuan sosial di Jakarta tidak hanya meliputi pembagian uang tunai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyalurkan paket bahan pokok bagi warga yang terdampak peraturan penanganan corona di Jakarta. Pembagian sembako itu baru dimulai Rabu (29/7/2021) dengan menyasar 907,616 KK.

Mekanisme penyaluran bansos di Jakarta dilakukan dengan dua cara,  untuk bansos yang ditanggung Pemprov DKI Jakarta disalurkan via transfer lewat bank DKI, sedangkan bansos yang ditanggung Pemerintah Pusat disalurkan lewat PT Pos Indonesia. Para Penerima manfaat mengambil bantuan tersebut di kantor-kantor pos di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kami memakai pakai ATM Bank DKI Jadi pada saat SK Gubernur sudah siap untuk diberikan untuk penyaluran BST maka Uang sudah ada di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta itu kemudian kami lakukan top up," tutup Premi.[]