News

Anies Resmikan Layanan Jantung Terpadu Di RSUD Tarakan

Anies Baswedan meresmikan pelayanan jantung terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2021).


Anies Resmikan Layanan Jantung Terpadu Di RSUD Tarakan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan terkait korupsi lahan di Jakarta, Selasa (21/9/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pelayanan jantung terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2021).

Pelayanan jantung itu, kata Anies, merupakan solusi bagi warga DKI Jakarta yang membutuhkan. Dia berharap, layanan itu dapat menekan angka kematian tinggi yang disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Peresmian Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Tarakan itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Anies.

"Ketika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menyiapkan sebuah solusi dengan adanya pelayanan jantung terpadu, harapannya bisa membantu menyelamatkan warga Jakarta yang membutuhkan pelayanan terkait jantung," kata Anies di RSUD Tarakan Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2021). 

Anies mengungkapkan, penyakit jantung iskemik merupakan penyakit gawat darurat yang menyebabkan kematian tertinggi di Jakarta.

Karenanya, pelayanan jantung terpadu di RSUD Tarakan itu diharapkan dapat membuat warga DKI Jakarta yang membutuhkan pertolongan, dapat diselamatkan. Menurut Anies, keberadaan layanan itu membuktikan negara melalui Pemprov DKI Jakarta hadir untuk memfasilitasi penanganan penyakit termasuk jantung.

"Kami ingin warga Jakarta bisa berkata syukur, untung kita tinggal di Jakarta. Ketika kalimat itu muncul, artinya negara hadir memfasilitasi. Adanya Pusat Layanan Jantung ini, masyarakat bisa tertangani dengan cepat terselamatkan," ujar Anies.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Tarakan, Dian Ekowati menambahkan bahwa Pelayanan Jantung Terpadu ini sudah dirintis sejak 2012.

"Ini bukan pekerjaan yang sebentar, tetapi sudah mulai dirintis sejak 2012. Sampai sekarang pun kami berusaha untuk mengembangkan agar lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah," ungkap Dian.

Ditempat terpisah, interpelasi penyelenggaraan Formula-E di DPRD DKI terus bergulir. Selasa siang, DPRD DKI melaksanakan paripurna dengan agenda penyampaian pandangan anggota pengusul hak Interpelasi dari fraksi PDIP dan PSI. Namun, agenda itu tak berjalan lancar. Sebab, tujuh anggota fraksi lain selain PDIP dan PSI tak hadir. Akibatnya, rapat untuk mempertanyakan kebijakan Anies itu batal terselenggara karena tak qourum. 

Ketua DPRD selalu pimpinan sidang menunda sidang itu hingga waktu yang tidak ditentukan.[]