News

Anies Baswedan Ogah Tanggapi Pidato Joe Biden Soal Jakarta Tenggelam

Menurutnya, kini Pemprov DKI sibuk menangani bencana non alam yakni Covid-19.


Anies Baswedan Ogah Tanggapi Pidato Joe Biden Soal Jakarta Tenggelam
Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan saat memberikan keterangan usai penyerahan laporan hasil tim sinkronisasi di Jakarta, Jumat (13/10). Ketua tim sinkronisasi, Sudirman Said menyerahkan hasil laporan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai melakukan riset selama 6 bulan pasca pemilihan kepala daerah berlangsung. (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Anies Baswedan ogah merespon pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyatakan kota Jakarta berpotensi tenggelam dalam 10 tahun ke depan, karena perubahan iklim dan pemanasan global.

Anies Baswedan benar-benar tak mau menggubris pernyataan yang dilontarkan Joe Biden dalam pidatonya  di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Selasa (27/7/2021) lalu tersebut. 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu malas merespon ancaman bencana alam versi Joe Biden itu sebab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekarang ini kata Anies tengah fokus menuntaskan bencana non alam yang sedang melanda Jakarta yakni virus Covid-19, dimana wabah ini telah menewaskan belasan ribu warga Jakarta dalam kurun satu setengah tahun belakangan ini.

"Kita sekarang urus Covid dulu ya," kata Anies ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (1/8/2021).

Sikap Anies Baswedan menanggapi hal ini berbeda dengan wakilnya Ahmad Riza Patria, kendati membantah pernyataan orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu, tetapi Ariza memberi respon panjang lebar mengenai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diklaimnya telah mengerjakan berbagi program untuk mengantisipasi tenggelamnya Jakarta.

"Memang di Jakarta datarannya rendah, jadi di Jakarta ada penurunan muka tanah setiap tahun. Namun, tidak berarti 10 tahun Jakarta tenggelam," kata Ariza saat doorstop virtual bersama pewarta Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021) kemarin.

Pendapat yang menyebut Jakarta bakal tenggelam suatu saat nanti bukan hanya datang dari Joe Biden. Pada Juni 2021 lalu, sebuah laporan dari Fitch Solutions Country Risk & Industry Research memperkirakan Jakarta bakal tenggelam pada 2050 mendatang, disebutkan garis pantai di Ancol, Jakarta Utara, bergeser maju hingga Dukuh Atas, Jakarta Pusat pada tahun tersebut.  Pergeseran garis pantai disebabkan penurunan muka tanah yang signifikan.

Pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga menyebut penurunan  muka tanah di Jakarta disebabkan banyak faktor, salah satunya karena pengambilan air tanah, untuk itu dia meminta supaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  bisa menghentikan kegiatan seperti ini baik di kalangan rumah tangga hingga gedung-gedung perkantoran.

"Untuk mencegahnya maka DKI Jakarta harus melakukan penghentian secara bertahap pengambilan air tanah baik tingkat rumah tangga, gedung  perkantoran, dan industri," kata Nirwono saat dikonfirmasi AKURAT.CO Minggu (1/8/2021).

Nirwono melanjutkan, selain menghentikan penggunaan air tanah. langkah lain yang mesti dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah merestorasi kawasan pesisir pantai di Jakarta Utara.  

Selain itu, dia juga meminta Pemprov DKI  serius merehabilitasi kawasan bantaran sungai yang banyak diserobot permukiman.Warga yang mendiami kawasan itu mesti direlokasi ke tempat lain seperti rumah susun yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga mesti memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang baru berjumlah 9,98 persen dari target 30 persen. Jika semua dikerjakan dengan baik, Nirwono yakin ancaman Jakarta tenggelam bisa diminimalkan.

"Kemudian merehabilitasi bantaran sungai, merevitalisasi setu, danau, embung, waduk, sebagai daerah tangkapan atau penampung air. Merehabilitasi saluran air terintegrasi ke setu terdekat, serta memperbanyak RTH sebagai daerah resapan air," tandasnya. []