News

Anies Mau Ganti Nama Kota Tua, Budayawan Betawi: yang Diganti Jangan Batavianya Saja

Sejumlah tempat yang ada di area Kota Tua juga diminta untuk dikembalikan dengan sebutan asli peninggalan Belanda.


Anies Mau Ganti Nama Kota Tua, Budayawan Betawi: yang Diganti Jangan Batavianya Saja
Budayawan Betawi Ridwan Saidi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Budayawan Betawi Ridwan Saidi memberi banyak masukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait wacana pergantian nama kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat. Anies berencana mengubah nama kawasan itu menjadi Batavia sesuai dengan nama Kota Tua di masa lampau.

Budayawan dengan ciri khas rambut uban gondrong itu meminta Anies untuk tidak hanya mengubah nama kawasan Kota Tua saja, namun sejumlah tempat yang ada di area itu juga dikembalikan dengan sebutan asli peninggalan Belanda.

“Yang diganti jangan Batavianya saja," kata Ridwan Saidi ketika dikonfirmasi, Kamis (29/4/2021).

Ridwan Saidi kemudian bercerita panjang lebar mengenai kawasan Kota Tua ketika masih bernama Batavia. Dia bilang di kawasan itu ada tempat yang oleh VOC dinamai Kota Intan.

"Ada nama Kota Intan itu yang di Kali Besar Barat yang ada hotel Uni Batavia yang ada jembatan gantung,” Ucapnya.

Tidak hanya Kota Intan di kawasan penuh sejarah  itu, kata Ridwan Saidi, terdapat tempat yang pada masa lampu dinamai Majakatera, dia meminta Anies juga mengembalikan nama lokasi itu setelah mengubah nama Kota Tua menjadi Batavia.

"Satu lagi Majakatera. Majakatera itu di daerah Kali Besar Timur," tuturnya.

Ridwan Saidi berharap Anies bisa merubah seluruh kawasan menjadi lebih baik dan mengembalikan nama-nama lokasi bersejarah di Jakarta sesuai dengan era penjajahan.

"Jadi kalau mau ganti, ganti sepaket, bukan sepotong-potong," tukasnya

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mewacanakan mengubah nama kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, pasca pemugaran sejumlah destinasi di tempat ini. 

Menurut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Batavia menjadi sebutan yang pas buat menamai kawasan ini.

"Mungkin kita perlu mempertimbangkan untuk menamai kawasan ini sebagaimana dulu dinamai, seperti yang tertulis di belakang ini, Batavia," kata Anies

Anies Baswedan melanjutkan, nama Kota Tua terlampau biasa dan jamak dipakai untuk menamai sejumlah kawasan bernuansa klasik di Indonesia, berbeda dengan nama Batavia yang langsung merujuk ke Jakarta jika melakukan pencarian di internet.

"Kalau kita ketik di google kata 'Batavia', muncul link-link menarik berbahasa Inggris, Belanda, dan Indonesia berlatar abad 16-18. Begitu kita menyebut kota tua, kita akan ketemu banyak sekali kota tua. Karena kota tua banyak betul," ucapnya.[]