News

Anies Longgarkan Pengetatan Tempat Wisata Mulai Senin Mendatang

Salah satu pelonggaran yang dilakukan adalah mengizinkan warga yang tidak ber-KTP DKI untuk berwisata di Ibu Kota


Anies Longgarkan Pengetatan Tempat Wisata Mulai Senin Mendatang
Potret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (Instagram/aniesbaswedan)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melonggarkan pengetatan tempat wisata pada Senin (17/5/2021) mendatang, salah satu pelonggaran yang dilakukan adalah mengizinkan warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI untuk mengunjungi tempat wisata di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya melakukan pembatasan pengunjung dengan melarang warga yang tidak ber-KTP DKI masuk ke tempat wisata Jakarta, hal itu dilakukan untuk menghindari penularan COVID-19 pada libur Idul Fitri 1442. Peraturan pengetatan itu tertuang dalam Seruan Gubernur Nomor 5 tahun 2021 tentang pengendalian aktivitas masyarakat selama masa libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Kemudian juga tempat wisata kembali (dibuka untuk warga ber-KTP luar Jakarta)," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Jumat (14/5/2021).

Kendati membuka tempat wisata di Ibu Kota untuk warga  luar Jakarta, Namun Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, untuk jumlah pengunjung di tempat rekreasi tidak mengalami perubahan yakni hanya 30 persen dari kapasitas normal.

"Tetap 30 persen tapi tidak harus membawa KTP DKI," ujarnya.

Peraturan kapasitas tempat wisata di Jakarta selama masa libur lebaran ini tertuang dalam  Surat Edaran Nomor  81 /SE/2021 tentang Operasional Tempat Wisata/Rekreasi pada Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021  Dimasa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM).

Surat edaran itu dikeluarkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI  Gumilar Ekalaya pada 7 Mei 2021 lalu.

"Sehubungan dengan masih tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia serta munculnya varian baru virus Corona dari luar negeri, maka diperlukan pembatasan kegiatan usaha pariwisata untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 pada Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H / 2021," kata Gumilar dikutip AKURAT.CO.

Dalam Surat Edaran itu, Gumilar memerintahkan tempat wisata dalam hal ini taman rekreasi dan wisata tirta hanya boleh menerima pengunjung 30 persen dari kapasitas tempat wisata itu sendiri. Itu artinya ada pemangkasan 20 persen dari kapasitas sebelumnya yakni 50 persen.

"Kawasan Pariwisata/Taman Rekreasi dan Wisata Tirta sebanyak 30 persen dari kapasitas maksimal," ujarnya.[]

Yohanes Antonius

https://akurat.co