News

Anies Kucurkan Anggaran Rp5,85 Miliar untuk Beli Masker, BPK: Pemborosan!

BPK menemukan pemborosan anggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya dalam pengadaan anggaran alat pelindung diri (APD).


Anies Kucurkan Anggaran Rp5,85 Miliar untuk Beli Masker, BPK: Pemborosan!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan pemborosan anggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya dalam pengadaan anggaran alat pelindung diri (APD). Anggaran berasal dari pos belanja tak terduga (BTT) APBD DKI tahun 2020.

Dalam laporan BPK pada dokumen laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemprov DKI tahun 2020 yang disahkan Kepala BPK DKI Pemut Aryo Wibowo pada 28 Mei 2021 disebutkan, Anies Baswedan mengucurkan anggaran hingga Rp5,85 miliar untuk membeli masker jenis N95 di dua perusahaan berbeda yakni PT IDS dan PT ALK.

"Permasalahan di atas mengakibatkan pemborosan keuangan daerah senilai Rp5,850 miliar," kata Aryo dalam laporan tersebut sebagaimana dikutip AKURAT.CO, Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Aryo merinci, Anies Baswedan melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pembelian masker di dua perusahan itu dengan nominal anggaran yang berbeda. Kepada PT IDS, Anies memborong 89 ribu masker dalam tiga kali kontrak. Berita acara ini disahkan pada tanggal 5 Agustus 2020, 28 September 2020, dan 6 Oktober 2020.

Pada kontrak pertama kata Aryo, Dinas Kesehatan DKI Jakarta membeli 39 ribu lembar masker dengan harga satu maskernya adalah satuan senilai Rp70 ribu. Pembelian kedua harga diturunkan Rp10 ribu. 

Total masker yang dibeli sebanyak 30 ribu lembar dengan harga satuan Rp60 ribu. Harga yang sama juga disepakati pada pembelian ketiga dengan total masker sebanyak 20 ribu lembar.

Kemudian di PT ALK, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan satu kali pembelian dengan total masker mencapai 195 ribu lembar. Tetapi harga masker jauh lebih mahal daripada di perusahaan sebelumnya, adapun harga satuan masker di PT ALK adalah Rp90 ribu. Berita acara pengadaan kontrak disahkan pada 30 November 2020.

Hal ini menjadi sorotan BPK sebab PT IDS sebetulnya bisa menyanggupi permintaan Pemprov DKI dengan memproduksi 200 ribu lembar dengan harga satuan tetap Rp60 ribu. Di sini ada selisih Rp30 ribu untuk harga satuan masker di kedua perusahaan itu.

"Jika mengadakan barang yang berjenis dan kualitas sama, seharusnya melakukan negosiasi harga minimal dengan harga barang yang sama atas harga respirator (N95) lainnya yang memenuhi syarat atau bahkan lebih rendah dari pengadaan sebelumnya," tutur Aryo.