News

Anies Klaim Kasus Covid-19 DKI Turun Drastis

Anies Baswedan klaim jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI sekarang ini jauh lebih sedikit dari ledakan gelombang pertama


Anies Klaim Kasus Covid-19 DKI Turun Drastis
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berbincang dengan warga yang sedang berziarah ke makam khusus Covid-19 (ISITIMEWA)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeklaim kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sekarang ini menurun drastis. Bahkan jumlah kasus aktif saat ini jumlahnya lebih sedikit dari puncak gelombang pertama pada Februari 2021 lalu.

Sejauh ini diketahui sudah ada 2 gelombang ledakan corona yang menghantam Jakarta, dimana puncak gelombang kedua terjadi pada 16 Juli  2021 lalu dengan jumlah kasus aktif yang mencapai 113.000 orang.

"Alhamdulillah atas izin Allah kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli yang lalu kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari yang lalu," kata Anies Baswedan di kanal youtube Pemprov DKI Jakarta dikutip AKURAT.CO Sabtu (31/7/2021).

Turunnya kasus aktif di Jakarta, lanjut Anies juga berimbas langsung jumlah pemakaman menggunakan protokol kesehatan. Saat gelombang kedua mengahantam Jakarta jumlah pemakaman menggunakan tata cara khusus ini mencapai 350 hingga 400 jenazah sehari. Saat ini jumlah pemakaman berkisar dari dari 150 sampai 200 jenazah sehari.

"Dan yang turun bukan hanya kasus aktif tapi tren pemakaman dengan protokol Covid-19 juga menurun," bebernya.

Anies melanjutkan, turunnya kasus Covid-19 di DKI adalah hasil kerja kolektif masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan semua protokol kesehatan yang ditetapkan.

Adapun upaya pemerintah menekan laju penularan corona di Jakarta pada ledakan gelombang kedua ini adalah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kemudian dilanjutkan dengan PKKM Level 4 yang berlangsung sampai 2 Agustus 2021 mendatang.

"Ini semua adalah hasil usaha begitu banyak pihak, termasuk kita semua, seluruh masyarakat yang mengurangi mobilitas menjaga protokol kesehatan dengan amat ketat selama masa PPKM darurat kali ini. Saya ingin menyampaikan pada semuanya Terima kasih apresiasi ini adalah hasil kerja bersama kita semua," ucapnya.

Kendati kasus wabah mematikan itu melandai, tetapi Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tetap meminta warga Ibukota tetap ketat menerapkan protokol kesehatan, sebab ancaman ledakan corona selanjutnya masih mengintai jika teledor akan protokol kesehatan.

"Tapi saya ingatkan juga hati-hati ini belum selesai kita belum menang. Kasus aktif walaupun sudah jauh lebih rendah daripada awal, ini masih tetap tinggi masih ada sekitar 3.000 kasus baru setiap hari walaupun yang sembuh sudah jauh lebih banyak dan kita positivity ratenya 15 persen, kita harus mencapai fase ideal di bawah 5 persen," tuntasnya.[]