News

Anies Klaim Formula E Amanat Perda, Ketua DPRD: Jangan Tebang Pilih Eksekusi Kegiatan

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi: Dalam pagu anggaran pada APBD Perubahan tahun 2019 itu justru bukan digunakan untuk membayar commitment fee.


Anies Klaim Formula E Amanat Perda, Ketua DPRD: Jangan Tebang Pilih Eksekusi Kegiatan
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kewajiban melaksanakan perintah Peraturan Daerah (Perda) sebagai alasan melaksanakan kegiatan balapan mobil listrik Formula E.

Menurut Pras, Anies tebang pilih dalam eksekusi keputusan Perda. Salah satunya adalah keputusan tentang penuntasan banjir dengan kewajiban melakukan normalisasi sungai. 

Kritik Pras itu merespons pernyataan Anies dalam sebuah dialog virtual beberapa hari lalu. Pras mengatakan, bicara soal Peraturan Daerah (Perda) berarti bicara tentang ribuan kegiatan anggaran bahkan lebih banyak lagi setiap tahunnya. 

baca juga:

"Ketika kita mengutip satu kegiatan, semisal pembayaran commitment fee Formula E dan dianggap wajib untuk dilaksanakan, maka berlaku wajib juga untuk kegiatan lainnya. Semisal program kegiatan penuntasan banjir dengan menormalisasi sungai yang jelas-jelas sangat prioritas dan sangat dibutuhkan warga Jakarta," katanya dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022) malam.

Dia meminta Anies tidak tebang pilih dalam mengeksekusi kebijakan. Apalagi Perda yang disebut Anies sebagai dasar melaksanakan kegiatan Formula E itu merupakan keputusan Perda tahun 2019. 

"Di sini saya menekankan agar Gubernur tidak tebang pilih untuk mengeksekusi suatu kegiatan dan menggeneralisasi amanat Perda. Lagipula Perda yang dimaksud Gubernur Anies adalah Perda APBD Perubahan tahun 2019," katanya.

Dalam amanat Perda itu disebutkan adanya kegiatan pembayaran commitment fee Formula E. Menariknya, kata dia, pembayaran commitment fee itu dilakukan sebelum Perda disahkan di DPRD DKI. 

"Di mana ada kegiatan tentang pembayaran commitment fee Formula E Rp560 miliar. Menariknya, pembayaran commitment fee itu dilakukan sebelum Perda disahkan. Sementara Gubernur Anies Baswedan telah membuat Instruksi Gubernur (Ingub) kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga untuk meminjam uang kepada Bank DKI," katanya. 

Dia menambahkan, dalam pagu anggaran pada APBD Perubahan tahun 2019 itu justru bukan digunakan untuk membayar commitment fee seperti yang disampaikan Anies tetapi untuk membayar utang ke Bank DKI. 

"Pagu anggaran yang ada di Perda APBD Perubahan 2019 justru bukan untuk commitment fee Formula E tapi membayar utang ke Bank DKI," katanya. []