News

Kenang Kejayaan Masa Lalu, Anies Kembalikan Nama Batavia Gantikan Nama Kota Tua

Kenang Kejayaan Masa Lalu, Anies Kembalikan Nama Batavia Gantikan Nama Kota Tua
Pengunjung berwisata di kompleks Kota Tua, Jakarta, Sabtu (11/6/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah nama kawasan Kota Tua menjadi Batavia. Anies menyebut perubahan itu sama artinya dengan mengembalikan Kota Tua ke nama aslinya. Perubahan nama itu diumumkan langsung Anies saat meresmikan dibukanya kembali kawasan wisata sejarah itu Sabtu malam (10/9/2022). 

"Dan inilah pembukaan kembali Kota Tua, kawasan Kota Tua ini, kita namakan kawasan Batavia sebagaimana nama aslinya dulu. Ini namanya Batavia," katanya. 

Meskipun nama Batavia itu mengembalikan cerita masa lalu tetapi sentuhan revitalisasi mengubah wajah kawasan itu dengan konsep kota futuristik. 

baca juga:

"Kawasan ini disebut Kota Tua, tapi ini kita rancang ulang sehingga Kota Tua ini menjadi kota masa depan, namanya Batavia mencerminkan masa lalu tapi konsepnya mencerminkan kota modern masa depan," kata Anies dalam sambutannya. 

Selain meremajakan bentuk visual bangunan-bangunan jadul, konsep zero emisi juga mendominasi penataan ulang kawasan itu. Karenanya, ruang gerak pengendara kendaraan bermotor dibatasi. Saat bersamaan ruang untuk pejalan kaki dan pesepeda diperluas. 

"Jadi dilakukan konversi semua yang untuk kendaraan roda, diubah menjadi jalan untuk kaki dan sepeda. Kawasan emisi rendah diterapkan Februari tahun lalu, jadi sudah satu setengah tahun Kota Tua sebagai kawasan zona emisi rendah," katanya. 

Anies ingin menghadirkan kembali cita rasa masa lalu di kawasan yang baru direvitalisasi itu. Kota Tua telah membentang sejarah panjang perjalanannya sejak 400 tahun yang lalu. Karenanya, Anies ingin menghadirkan memori masa lalu itu ditengah hiruk pikuk Jakarta yang kian maju. 

"Hampir 400 tahun keberadaan tempat ini, bangunan2nya berusia cukup panjang, jadi perjalanan ke sini adalah sebuah perjalanan merasakan masa lalu, tapi konsepnya konsep modern. Kita ingin yang dibangun kawasan ini sebagai satu kesatuan dimana pejalan kaki diutamakan, maka jalan kesini tidak ada strata sosial," ujarnya. []