News

Anies-Ganjar Dianggap Pemersatu Bangsa, Eks Politisi Demokrat: Usul yang Berbahaya Bagi NKRI

Menurut Ferdinand, duet tersebut bukan menyatukan bangsa, malah berpotensi memberi ruang kelompok intoleran menjadi pemimpin.


Anies-Ganjar Dianggap Pemersatu Bangsa, Eks Politisi Demokrat: Usul yang Berbahaya Bagi NKRI
Anies Baswedan bersama Ganjar Pranowo (Instagram/Anies Baswedan)

AKURAT.CO, Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai anggapan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tentang duet Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo sebagai pemersatu bangsa tidak tepat.

Menurut Ferdinand, duet tersebut bukan menyatukan bangsa, malah berpotensi memberi ruang kelompok intoleran menjadi pemimpin dan menempatkan kaum nasionalis di bawahnya.

"Usul yang berbahaya bagi NKRI," kicau Ferdinans sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @FerdinandHutah4, Senin (27/6/2022).

baca juga:

Di kicauaan berbeda, Ferdinand mempertanyakan alasan Surya Paloh menyandingkan Anies dengan tokoh lain, selain dirinya. Surya Paloh menyandingkan Anies dengan orang lain terkesan ingin menjadi pengendali penguasa di kemudian hari.

"Mengapa pak Surya Paloh tidak mengusulkan duet Anies-Surya Paloh? Bukankah itu lebih masuk akal daripada mengusulkan orang lain? Bukankah itu lebih terlihat punya motif jelas, tidak abu-abu daripada sekedar merasa ingin jadi pengendali penguasa kemudian hari dengan mengusulkan orang lain?" imbuhnya.

Di lokasi berbeda, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai duet Anies-Ganjar belum kuat dianggap sebagai pemersatu bangsa.

"Kalau dua nama itu bagi saya belum kuat. Karena, untuk disebut sebagai duet pemersatu bangsa dua-duanya belum memiliki prestasi dan track record yang kuat dalam kegiatan kerukunan maupun persatuan bangsa," ujar Jazilul kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

Jazilul mengatakan pada dasarnya setuju dengan ide dasar pemersatu. Sebab, semua partai ingin bersatu agar pemilu 2024 belangsung sejuk.

"Tapi kalau dua nama itu dilempar ke publik, saya yakin itu bukan solusi untuk menemukan duet pemersatu bangsa. Sebab Anies maupun Ganjar tidak memiliki kapasitas untuk itu," ucapnya.[]