News

Anies Dituding Dalang Demo, Musni Umar: Apa Masuk Akal?

Sosiolog Musni Umar menduga ada demo bayaran untuk menjatuhkan figur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Anies Dituding Dalang Demo, Musni Umar: Apa Masuk Akal?
Sosiolog, Musni Umar, di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Rabu (11/9/2019) (AKURAT.CO/Maidian Reviani)

AKURAT.CO, Sosiolog Musni Umar menduga ada demo bayaran untuk menjatuhkan figur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pernyataan itu disampaikan Musni Umar setelah melihat berita daring berjudul 'Puluhan Massa Demo di Balai Kota Tuding Anies Dalangi Demo Buruh-Mahasiswa'.

"Patut diduga demo bayaran untuk merusak reputasi Anies," kata Musni menggunakan akun Twitter @musniumar dikutip Akurat.co, Kamis (29/10/2020).

Anies dituding massa Gerakan Jaga Indonesia mendukung unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta yang berujung ricuh hingga adanya perusakan fasilitas umum.

"Apa masuk akal Anies dalangi pengrusakan fasilitas yan dibangunnya? Supaya fitnah diakhiri, buka CCTV ke publik. Pasti terlihat siapa yang merusak dan bakar fasilitas umum DKI," tuturnya.

Sebelumnya, massa mengatas namakan Gerakan Jaga Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Rabu 29/10/2020). 

Puluhan massa aksi membawa bendera merah putih dan membentangkan spanduk dengan tulisan 'Awas! Menunggangi aksi buruh-mahasiswa dan provokator anarkisme.' Dalam spanduk tersebut, terpampang wajah Anies Baswedan.

Sekjen Gerakan Jaga Indonesia DKI Jakarta, Aldi Nababan menyampaikan, Anies dianggap membiarkan aksi perusakan oleh massa pada 8 Oktober 2020. Saat itu, Halte Bundaran HI, Halte Sarinah, dan beberapa pos polisi dibakar massa demonstran penolak UU Cipta Kerja.

"Anies saat demo kemarin, mendukung aksi demo. Ambulans bawa logistik, bawa makanan. Kemudian bawa yang lain. Ada pembiaran," kata Aldi Nababan dilansir dari detik.com.

Dia pun mengkritik Anies Baswedan yang mendatangi massa demonstran di Bundaran HI. Menurutnya, hal itu adalah salah satu bentuk dukungan.

"Masuk ke tengah-tengah pertempuran (kerumunan massa). Anak-anak sekolah yang harusnya sekolah, boleh demo," kata dia.[]