News

Anies Bicara Penanganan Perubahan Iklim di PBB, Gilbert Ungkit Banjir di DKI 

Politisi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengungkit masalah banjir di Ibu Kota yang masih kerap terjadi belakangan


Anies Bicara Penanganan Perubahan Iklim di PBB, Gilbert Ungkit Banjir di DKI 
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Gilbert Simanjuntak berpose saat ditemui redaksi AKURAT.CO di Jakarta, Jumat (15/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Politisi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengungkit masalah banjir di Ibu Kota yang masih kerap terjadi belakangan ini, hal ini dilakukan Gilbert merespon  pidato Gubernur Anies Baswedan dalam acara virtual forum bertajuk 'Dialogue Between C40 Mayors and UN Secretary General-Advancing Carbon Neutrality and Resilent Recovery for Cities and Nations. 

Dimana, pidato Anies Baswedan langsung disambut antusias Sekretaris Jenderal PBB, António Gutteres yang ikut hadir dalam pertemuan itu.  

"Soal iklim kita lihat ada banjir sebagai pengaruh iklim di Jakarta yang tidak teratasi, juga erupsi air laut karena air tanah yang disedot," kata Gilbert ketika dikonfirmasi Akurat.co Minggu (18/4/2021). 

Dalam pidato itu, Anies menekankan peran pemerintah kota untuk memastikan lingkungan yang ditinggali warganya layak dan berketahanan, dalam hal ini terkait dengan perubahan iklim, dengan salah satunya mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Menurut Gilbert, sejauh ini Anies Baswedan tidak punya  komitmen mengatasi masalah ini, buktinya kata Gilbert Anies tidak mencantumkan satupun program  penanganan masalah iklim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), justru beberapa program yang berkenaan dengan masalah di lempar ke Pemerintah Pusat. 

"Dalam draft RPJMD malah tidak ada upaya mengatasi air bersih ini dalam draf. Yang ada diserahkan ke pusat. Kesan yang timbul dari usulan Bung Anies (dalam pidato)  ini hanyalah sekedar narasi tanpa aksi, sekedar tata kata tanpa bukti nyata," tegas Gilbert. 

Kemudian Gilbert juga meminta Anies  diimplementasikan narasi yang dipaparkan dalam pidato tersebut terutama soal langkah pemerintah kota mengurangi emisi karbon.

"Kalau hanya narasi tanpa aksi, maka itu seperti tong kosong," kata Gilbert.

Menurut Gilbert, selama masa kepemimpinan Anies Baswedan di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI  belum banyak mencetus ide-ide brilian untuk mengurangi emisi karbon, bahkan  DKI Jakarta beberapa tahun belakangan ini stagnan di urutan 10 besar kota paling berpolusi di dunia versi AirVisual.com pada 2019 lalu. 

Polusi udara sedikit membaik pada 2020, tetap hal ini kata Gilbert bukan buah dari kerja keras Anies Baswedan melainkan karena Covid-19 yang mewabah di Ibu Kota dan membuat aktivitas masyarakat melorot drastis. 

"Apa yang menjadi topik dari diskusi tersebut  adalah mengurangi  emisi karbon dan dampak perubahan iklim. Saran yang diberikan Bung Anies selayaknya diimplementasikan di Jakarta, dan kenyataannya tidak dikerjakan.  Kenyataan yang ada adalah emisi karbon berkurang di Jakarta karena Covid-19 atau pandemi," tegasnya. [] 

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu