News

Anies Beberkan Bukti Kasus Covid-19 di DKI Menurun

Walau kondisi sudah jauh membaik tapi jaga terus protokol kesehatan


Anies Beberkan Bukti Kasus Covid-19 di DKI Menurun
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Anggota DPD yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas Sylviana Murni saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Petak Enam, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (31/7/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat ibu kota tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Meski kasus Covid-19 turun drastis dalam dua pekan terakhir, Anies mengatakan ancaman ledakan pada gelombang berikutnya masih berpotensi terjadi di Jakarta jika masyarakat abai terhadap peraturan pencegahan penularan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kita sekarang masih berada di dalam PPKM level 4, artinya jangan menganggap ini sudah bebas. Walau kondisi sekarang sudah jauh membaik dibandingkan beberapa minggu lalu tapi tetap kurangi mobilitas, terus jaga protokol kesehatan, terus saling jaga, terus saling bantu," kata Anies seperti dilihat redaksi dalam video di Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Anies pun menyampaikan bukti kasus Covid menurun di Jakarta. Indikator pertama, jumlah kasus aktif sudah bukan lagi 113.000 kasus seperti pada puncak ledakan gelombang kedua 16 Juni 2021.

"Alhamdulillah atas izin Allah kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli yang lalu, kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari 2021 yang lalu,"  tuturnya.

Indikator lainnya, penurunan tren pemakaman menggunakan protap Covid-19. Pada puncak ledakan gelombang ke dua, kata Anies, jumlah pemulasaran jenazah menggunakan tata cara yang tak lazim ini bisa 400 jenazah dalam sehari. Namun kini turun menjadi setengahnya.

"Bukan hanya kasus aktif tapi tren pemakaman dengan protokol Covid-19 juga menurun. Saat ini sekitar 150, sekali sampai 200 pemakaman protap covid per hari. Ini turun, sebelumnya bisa mencapai 350 sampai 400 (jenazah), sekitar dua minggu lalu," bebernya.

Di sisi lain, jumlah kematian pasien Covid yang tengah isolasi mandiri (isoman) juga berkurang. Anies mengatakan saat ini kurang dari 5 kasus dalam sehari, sementara sebelumnya pernah 75 kasus.

Indikator terakhir, keterisian tempat tidur dan IGD di rumah sakit rujukan pasien Covid. Keduanya sama-sama mengalami tren penurunan.

"Begitu juga dengan tren keterisian rumah sakit, turun menjadi sekitar 70 persen lalu antrian IGD juga sudah terurai.  Positivity rate juga turun, saat ini kita berada di kisaran 15 persen sementara di saat puncak-puncak dulu kita pernah mencapai angka 45 persen," tukas Anies Baswedan.[]