News

Anies Baswedan: Ziarah Kubur Dibuka Senin Mendatang

larangan ziarah kubur itu tertuang dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2021.


Anies Baswedan: Ziarah Kubur Dibuka Senin Mendatang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengizinkan ziarah kubur pada Senin (17/5/2021) mendatang setelah sebelumnya sempat melarang kegiatan itu sejak 12 Mei 2021 untuk mengantisipasi kerumunan saat Idul Fitri 1442 H.

Adapun larangan ziarah kubur itu tertuang dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengendalian Aktivitas Masyarakat dalam Pencegahan Penyebaran COVID-19 pada masa Libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Sampai dengan hari Minggu tanggal 16 Mei, sesudah itu tempat ziarah kubur dibuka," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/5/2021).

Kendati sudah melarang ziarah kubur, namun sejumlah TPU di Jakarta tetap didatangi warga pada Lebaran hari pertama Kamis (14/5/2021) kemarin sebagaimana yang terjadi di TPU Malaka 1, Jakarta Timur. Tempat pemakaman itu disambangi puluhan pengunjung pada Kamis petang.

Pemandangan serupa  jaga terlihat di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,  TPU itu juga dikunjungi puluhan peziarah, padahal spanduk berisi larang ziarah sudah di pasang di sejumlah titik di sekitar TPU ini.

"Kalau di Tanah Kusir, sementara saya sudah sosialisasi imbauan Pak gubernur dan surat kepala dinas, saya sudah pasang spanduk, sudah imbau pakai toa, saya garis line di parkiran. Memang ada juga yang datang tetapi tidak begitu banyak sekitar 20 persen," kata Kasetpel TPU  Tanah Kusir Gunawan ketika di konfirmasi.

Gunawan menyebut tiga pintu masuk di TPU Tanah Kusir tidak bisa ditutup seluruhnya sebab salah satu pintu masuk menjadi jalan alternatif ke kawasan Ulujami, itu sebabnya  banyak peziarah masuk ke TPU tersebut lewat pintu masuk yang dibiarkan terbuka itu.

Melihat warga yang  terus berdatangan, Gunawan dan 15 petugas keamanan TPU hanya bisa mengimbau agar durasi berziarah dipersingkat. 

"Mereka diberi imbauan jangan lama-lama," tandasnya.[]