News

Anies Baswedan Tetapkan Rusun Nagrak Cilincing  Jadi Tempat Karantina Pasien COVID-19 

Anies Baswedan menunjuk rumah susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara sebagai tempat isolasi pasien COVID -19.


Anies Baswedan Tetapkan Rusun Nagrak Cilincing  Jadi Tempat Karantina Pasien COVID-19 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuk rumah susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara sebagai tempat isolasi pasien COVID -19.

Penetapan lokasi karantina itu menyusul naiknya kasus corona di Jakarta setelah libur panjang Lebaran 2021. Hal ini juga imbas dari keputusan Pemerintah Pusat menyetop pembiayaan hotel dan penginapan untuk pasien corona di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, dari 14 tower yang ada di rusun tersebut, pihaknya hanya menggunakan tower 1 hingga  5 sebagai lokasi karantina.

"Rusun Nagrak memiliki 14 tower, untuk Tower 1 sampai 5 akan difokuskan untuk lokasi isolasi pasien COVID-19 terkendali," kata Widyastuti ketika dikonfirmasi, Minggu (13 /6/2021).

Untuk mendukung penanganan pasien corona yang  dikarantina  di tempat ini, Widyastuti mengaku pihaknya bakal mempekerjakan Petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan dari Dinas Kesehatan DKI untuk melakukan penanganan. Mereka bakal dilatih sesuai SOP penanganan pasien corona.

"Terdapat 58 tenaga petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan atau PJLP dari masing-masing tower yang akan dilatih oleh Dinas Kesehatan terkait SOP penanganan pasien COVID-19. Pelatihan akan dilaksanakan mulai hari Selasa  mendatang di Tower 3," tuturnya.

Widyastuti menambahkan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga membantu alur penerimaan atau evakuasi pasien COVID -19 dengan sistem zonasi guna mencegah kontak penularan antar pasien.

"Kami juga mengkoordinir dan membantu pengaturan alur evakuasi penerimaan pasien COVID-19 dengan sistem zonasi sehingga mengurangi potensi kontak pasien satu sama lain," imbuhnya.

Rusun Nagrak menjadi salah satu lokasi yang ditentukan Anies Baswedan dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 675 Tahun 2021. Kepgub itu dikeluarkan Anies Baswedan setelah Pemerintah Pusat menyetop pembiayaan penginapan dan hotel sebagai lokasi karantina pasien corona di DKI.

Peraturan itu sekaligus membatalkan Kepgub sebelumnya yakni Kepgub Nomor 979/2020 tentang Lokasi Isolasi Milik Pemprov DKI Dalam Rangka Penanganan COVID-19.

Dalam Kepgub itu, Anies Baswedan  juga menunjuk sejumlah tempat lain yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai lokasi karantina, diantaranya gedung sekolah, wisma hingga Gelanggang Olahraga Remaja (GOR). []