News

Anies Baswedan Perpanjang PSBB Transisi, Kasus Covid-19 Melandai?

Anies Baswedan Perpanjang PSBB Transisi, Kasus Covid-19 Melandai?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Senin (26/10/2020) hingga dua pekan ke depan.

"PSBB masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif diperpanjang selama 14 hari," kata Anies dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menilai PSBB transisi mampu membuat tingkat penyebaran Covid-19 berkurang. Melandainya penyebaran covid-19 dilihat dari sejumlah faktor, diantaranya adalah persentase kasus positif sepekan terakhir yang dikatakan Anies berada pada 9,9 persen dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk.

baca juga:

Tidak hanya itu, landainya kasus corona selama masa transisi juga bisa dilihat rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua minggu terakhir. 

Dia menyebut ketersedian tempat tidur di berbagai rumah sakit Covid-19 di Jakarta selama 14 hari belakangan cenderung menurun dari 64 persen pada 12 Oktober 2020 menjadi 59 persen pada 24 Oktober 2020. 

Keterisian tempat tidur ICU juga relatif menurun dari 68 persen pada 12 Oktober 2020 menjadi 62 persen pada 24 Oktober 2020.

"Jika melihat dari pergerakan situasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir, penularan relatif melandai,"pungkasnya.

"(Penyebaran Covid-19) sempat menurun pada minggu lalu, yaitu dari skor 60 pada 18 Oktober 2020 telah membaik menjadi skor 64 pada 24 Oktober 2020. Nilai reproduksi efektif yang juga menjadi indikasi ada atau tidaknya penularan berada pada skor 1,05 di 24 Oktober 2020 dibandingkan skor 1,06 pada 12 Oktober 2020," ucapnya.

Dengan kembali diperpanjangnya masa transisi ini maka masyarakat Ibu Kota masih bisa berkegiatan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penularan corona. Anies meminta warganya untuk patuh menjalankan  3M, memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan. 

"Untuk mempertahankan dan mengendalikan situasi Covid-19 di DKI Jakarta, tentu perlu peran serta aktif dari seluruh masyarakat dengan disiplin menerapkan perilaku 3M," pintanya.[]