News

Anies: Pemakaman Dengan Protap Covid-19 Turun,  Sekarang di bawah 200 Jenazah Per Hari

Anies Baswedan mengaku, jumlah pemakaman menggunakan protap Covid-19 menurun.


Anies: Pemakaman Dengan Protap Covid-19 Turun,  Sekarang di bawah 200 Jenazah Per Hari
Petugas memakamkan jenazah korban COVID-19 di TPU Rorotan, Jakarta, Jumat (18/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  mengaku penularan Covid-19 di Jakarta saat ini semakin terkendali setelah terjadi ledakan pada gelombang kedua yang terjadi sepanjang dua bulan belakangan ini.

Indikator penurunan kata Anies dapat dilihat dari sejumlah aspek salah satunya adalah menurunnya angka kematian dalam sepekan belakangan ini.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, saat ini jumlah pemakaman menggunakan protap Covid-19 berada di bawah angka 200 jenazah sehari. Jumlah ini jauh menurun dimana sebelumnya jumlah pemakaman dengan tata cara khusus ini diatas 300 jenazah per hari.

"Pemakaman protap covid yang pernah mencapai lebih dari 350 pemakaman per hari, kini sudah turun di bawah 200 per hari," kata Anies di kanal youtube Pemprov DKI Jakarta, dikutip Akurat.co Senin (26/7/2021).

Selain adanya penurunan pemakaman menggunakan protap Covid-19, kasus aktif di Jakarta kata dia juga berangsur menurun lantaran banyaknya pasien yang dinyatakan sembuh setiap harinya.

Saat ini kata dia, kasus aktif di Jakarta sebanyak 64 ribu setelah sebelumnya sempat melonjak melampaui angka 100 ribu kasus aktif sehingga Pemprov DKI ketika itu sampai menyiapkan starategi khusus untuk melakukan penanganan dengan menyediakan sejumlah rumah sakit cadangan dan alternatif tempat penampungan pasien bergejala ringan dan tanpa gejala.

"Angka kasus aktif Jakarta terus berkurang. Bila sebelumnya, kita sempat mencapai angka lebih dari 100 ribu, bahkan pada tgl 16 juli 2021, ada 113 ribu kasus aktif.  Dan kemarin, kasus aktif kita sudah turun di angka 64 ribu," tuturnya.

Disisi lain, Anies mengaku positivity rate di Jakarta juga terus membaik, pada awal ledakan Covid-19 positivity rate naik menjadi 45 persen, sedangkan standar aman yang ditentukan organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah 5 persen.

Disamping itu jumlah kasus harian juga terus melandai di bawah 10 ribu kasus per hari setelah sebelumnya kasus harian di Jakarta berkisar di angka 12.000 hingga 14.000 per hari. 

"Penurunan kasus aktif ini, konsisten dengan tren penurunan di beberapa parameter lain. Misalnya, positivity rate kita yang semula sekitar 45 persen, kini sudah berada di kisaran 25 persen, juga," ucapnya.[]