News

Anies Baswedan: Kami Tidak Melarang Orang Masuk Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan syarat bagi warga luar Jakarta bila ingin masuk Ibu Kota.


Anies Baswedan: Kami Tidak Melarang Orang Masuk Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan syarat bagi warga luar Jakarta bila ingin masuk Ibu Kota saat periode arus balik libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

Anies menjelaskan, warga daerah yang hendak masuk Jakarta harus memiliki surat keterangan bebas dari virus corona atau Covid-19. Hal ini disampaikan Anies usai menggelar rapat virtual dengan seluruh kepala daerah se-Indonesia. Rapat itu dipimpin langsung Presiden Joko Widodo.

Dalam rapat, Jokowi memberikan arahan terkait antisipasi kasus COVID-19 akibat peningkatan mobilitas penduduk selama musim Lebaran. 

"Saya menggarisbawahi kebijakan Jakarta tidak pernah melarang orang masuk Jakarta. Jadi ini bukan pelarangan masuk Jakarta," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/5/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan itu menegaskan, DKI Jakarta adalah bagian dari Indonesia. Untuk itu, warga negara dari daerah lain bisa masuk, menetap dan mencari kerja di Ibu Kota. 

"Karena Jakarta bagian dari Indonesia, penduduk Indonesia bisa masuk ke kota mana saja," ucapnya.

Orang nomor satu di Jakarta itu mengatakan, seluruh warga yang masuk Jakarta baik para pemudik maupun pendatang baru bakal diperiksa kesehatannya demi meminimalisir penularan COVID-19.

"Nah sekarang ini dalam kondisi pandemi, sebelum Lebaran kita menganjurkan tidak berpergian, sesudah Lebaran kita lakukan pengecekan kepada mereka yang masuk," tuntasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta pemudik yang pulang ke Jakarta pada arus balik libur Idul Fitri 1442 H tidak membawa saudara atau teman untuk mencari pekerjaan di Ibu Kota. Sebab, kondisi Jakarta sudah cukup padat.

"Mohon maaf bagi yang kembali ke Jakarta untuk tidak membawa temannya, saudaranya ke Jakarta. Kami mengimbau menyarankan di Jakarta sudah cukup padat sebagai Ibu Kota," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2021).

Selain alasan kepadatan penduduk, lapangan pekerjaan di Jakarta masih sempit di tengah wabah COVID-19, justru angka pengangguran melonjak naik setehun belakangan ini.

Untuk itu, Ariza meminta warga non-DKI yang sudah berencana merantau ke Jakarta mengurungkan niatnya. Dia meminta mereka fokus mencari kerja di kampung halaman masing-masing.

"Mari kita bekerja di daerah masing-masing, masih banyak pekerjaan yang bisa kita kerjakan bersama-sama, bersinergi dengan semua," ucapnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co