News

Anies Baswedan: Hingga Akhir Hayat Fahmi Idris Tetap Aktivis

Anies mendoakan keluarga yang ditinggalkan almarhum termasuk sang putri Fahira Idris diberikan kekuatan.


Anies Baswedan: Hingga Akhir Hayat Fahmi Idris Tetap Aktivis
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan Tebet Eco Park, Jakarta, Sabtu (23/4/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan semasa hidup politisi senior Fahmi Idris hingga menjelang akhir hayatnya tetap menjadi aktivis yang turut menentukan arah perjalanan negara dan bangsa.

"Beliau masa belianya sudah menjadi aktivis yang ikut menentukan arah perjalanan negara dan bangsa kita, Ketua Laskar Arif Rahman Hakim aktivis angkatan 66 dan sesudah itu beliau tidak berhenti jadi aktivis sampai menjelang akhir hayatnya. Beliau selalu peduli, aktif, terlibat," kata Anies yang hadir dalam prosesi pemakaman Fahmi Idris di Jakarta, Minggu (22/5/2022).

Anies menemukan keteladanan Fahmi dalam berjuang. Dia mengaku turut merasa kehilangan sosok Fahmi. Terlebih itu, Anies mendoakan keluarga yang ditinggalkan almarhum termasuk sang putri, Fahira Idris, diberikan kekuatan.

baca juga:

"Kami merasa kehilangan, InsyaAllah husnul khatimah, InsyaAllah ditinggikan derajatnya, InsyaAllah dan segala amal jariyah, InsyaAllah jadi amal tanpa putus bagi almarhum," ungkapnya.

"Dan kita mendoakan semoga keluarga diberi kekuatan ketabahan dan Ibu Fahira sebagai salah satu anak yang aktif meneruskan perjuangan ayahanda, InsyaAllah bisa terus bawa nama hesar, nama baik Pak almarhum Fahmi Idris," sambungnya.

Sebagaimana untuk diketahui, Prof. DR. Fahmi Idris, MH adalah seorang pengusaha dan politikus asal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Reformasi Pembangunan, serta Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Ia merupakan putra dari Haji Idris Marah Bagindo yang merupakan pedagang asal Minang, dan telah akrab dengan dunia perpolitikan sejak masih menjadi mahasiswa, selain itu ia juga menduduki jabatan Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI di masa-masa genting peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto, almarhum juga mendirikan PT Kwarta Daya Pratama dan turut menjadi pimpnan Kongsi Delapan Grup.

Perusahaan tersebut berisi kumpulan perusahaan konglomerasi di bawah Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, dan Pontjo Sutowo, yang  bergerak di bidang perdagangan, perbankan, perminyakan, hingga perhotelan.[]