Lifestyle

Anies Baswedan Ganti 31 Jenama RSUD di Jakarta Jadi 'Rumah Sehat'

Pengukuhan penjenamaan itu dilakukan secara simbolis di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat


Anies Baswedan Ganti 31 Jenama RSUD di Jakarta Jadi 'Rumah Sehat'
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di UGM, Sleman, Rabu (22/5/2022) (akurat.co/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengubah nama 'Rumah Sakit Umum Daerah' (RSUD) menjadi 'Rumah Sehat Untuk Jakarta'. 

Anies mengatakan penjenamaan dilakukan karena selama ini 'rumah sakit', memiliki orientasi pada kuratif dan rehabilitatif.

"Selama ini RS kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif, sehingga datang karena sakit, lalu datanglah ke rumah sakit untuk sembuh. Untuk sembuh itu harus sakit dulu, sehingga tempat ini menjadi tempat orang sakit," ujar Anies di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (03/8/2022).

baca juga:

Anies mengatakan perubahan nama rumah sakit menjadi 'rumah sehat itu' akan diberlakukan di 31 rumah sakit milik pemerintah berupa RSUD, yang ada di DKI Jakarta. 

Pengukuhan penjenamaan itu dilakukan secara simbolis di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Namun secara serentak kegiatan ini diikuti oleh pejabat tingkat kota secara virtual di setiap RSUD lain wilayah DKI Jakarta.

Perubahan ini hanya berlaku bagi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jakarta. Anies, belum berencana untuk menganjurkan penggantian nama ini ke rumah sakit swasta yang ada di wilayah DKI Jakarta. 

"Nantinya, untuk perubahan nama rumah sakit yang lain itu ke Kemenkes," katanya.

Lalu, Anies menjelaskan bahwa 'rumah sakit' menjadi 'rumah sehat', juga memiliki peran fasilitas kesehatan ditambah dengan aspek promotif dan preventif.

Anies merasa bahwa pandemi COVID-19 juga membuatnya belajar pentingnya menjaga kesehatan. Karena itu, dia ingin agar rumah sakit di Jakarta juga berperan dalam aspek preventif atau pencegahan.

"Disisi lain pada saat pandemi kemarin kita menyaksikan pentingnya menjaga kesehatan. Karena itu, kita ingin rumah ini menjadi rumah dimana perannya ditambah, aspek promotif, aspek preventif," jelasnya.

Dengan hal ini, Anies berharap agar masyarakat datang ke RS bukan sekadar untuk berobat, tapi juga untuk lebih sehat. Menurut Anies, warga bisa datang ke 'rumah sehat' untuk melakukan medical check up, persoalan gizi, hingga konsultasi kesehatan.

"Jadi, 'rumah sehat' ini dirancang untuk benar-benar membuat kita berorientasi pada hidup yang sehat, bukan sekadar berorientasi untuk sembuh dari sakit," ungkapnya.

"Karena itulah kemudian konsepnya disusun sebagai sebuah Rumah Sehat untuk Jakarta," imbuhnya.

Anies menambahkan seiring dengan penjenamaan ini, dilakukan juga penyeragaman simbol RS-RS di Jakarta. 

"Padahal semuanya adalah institusinya pemerintah yang memberi pelayanan kepada seluruh warga, yang warga bisa datang ke manapun juga," katanya.[]