News

Soal Jalur Road Bike, Anies Diminta Tak Mengkotak-kotakkan Warga DKI

Gubernur Anies Baswedan dimintabtidak mengelompokan kelas-kelas masyarakat Ibu Kota karena bisa mimicu kecemburuan sosial.


Soal Jalur Road Bike, Anies Diminta Tak Mengkotak-kotakkan Warga DKI
Gunernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Instagram/@aniesbaswedan)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta Gubernur Anies Baswedan tidak mengelompokan kelas-kelas masyarakat Ibu Kota.

Hal ini disampaikan Gembong menanggapi rencana Anies Baswedan yang mau membuka jalur khusus sepeda road bike di Jalan Sudirman - Thamrin serta di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang.  

"Sekarang ini yang diciptakan oleh pak Anies seolah-olah ada kelas  road bike ada kelas sepeda biasa. Ini yang membuat kecemburuan sosial," kata Gembong ketika dikonfirmasi AKURAT.CO Senin (14/6/2021).

Pada dasarnya Gembong mengaku Fraksi PDIP DPRD DKI tidak keberatan jika sepeda road bike masuk jalan raya, tetapi syaratnya mereka harus rela berbagi jalan dengan pesepeda umum di jalur permanen yang membentang 12 Kilometer di Jalan Sudirman - Thamrin. Tidak perlu dibikin lagi jalur sepeda baru khusus road bike.

"Road bike melintas di jalur khusus sepeda, jalur sepeda yang sudah ada pakainya bareng pesepeda  lain  jangan yg ini eksekutif jalurnya disini kemudian  jalur umum buat pesepeda biasa," tegasnya.

Lalu terkait wacana membuat jalur road bike di JLNT Kampung Melayu - Tanah Abang, Gembong mengaku menolak karena terlampau berisiko mengingat jalur itu berada di ketinggian yang bisa membahayakan pengguna sepeda itu sendiri. Kata dia sepeda bisa oleng bahan terhempas jika tertiup angin saat sedang melintas di jalan layang itu.

"Bahaya bagi pengguna sepeda anginnya cukup kencang bahaya itu," tuturnya.

Adapun jalur sepeda di sudirman Thamrin sudah diuji coba selama satu minggu pada pekan kemarin. Belum ada keputusan pasti setelah uji coba tersebut.

Sementara itu di JLNT sudah empat kali diuji coba di setiap hari minggu, pada uji coba kemarin, sempat diwarnai aksi pencopotan rambu road bike oleh komunitas sepeda yang tak setuju JLNT digunakan eksklusif buat pesepeda berkecepatan tinggi itu.[]