News

Anies Baswedan Curhat Sulit Awasi Pelanggaran Prokes di Ruang Privat

Anies Baswedan menyatakan bahwa aktivitas masyarakat di ruang privat menyulitkan Satgas Covid-19 melakukan pengawasan.


Anies Baswedan Curhat Sulit Awasi Pelanggaran Prokes di Ruang Privat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers usai menjalani pemeriksaan terkait korupsi lahan di Jakarta, Selasa (21/9/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa aktivitas masyarakat di ruang privat menyulitkan Satgas Covid-19 melakukan pengawasan. Selain itu, ketergantungan status Jakarta terhadap wilayah penyangga harus menjadi perhatian bersama.

Anies mengungkapkan, sesuai peraturan, kepatuhan penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes) pencegah penularan virus corona atau Covid-19 harus dilaksanakan seluruh masyarakat. Bukan hanya warga DKI Jakarta, tetapi juga daerah penyangga, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. 

"Ketika kita berbicara tentang level harus diingat bahwa ini adalah seluruh wilayah, bukan hanya DKI saja, tapi Jabodetabek dan kita juga menyadari pengawasan pun harus bersama. Kita ingin kondisi ini bisa terjaga terus, pengawasan oleh pemerintah karena sebagian besar dari kegiatan-kegiatan itu berada di wilayah privat yang tidak selalu mudah diawasi oleh aparat," kata Anies usai menghadiri rapat paripurna di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Dia mengungkapkan, ruang privat tidak bisa ditembus Satgas Covid-19 sehingga disiplin terhadap prokes seringkali menjadi longgar. Hal itu juga menyulitkan upaya mengurangi kontak erat antar orang perorang pada masa penerapan Perapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

"Ruang pertemuan di kantor ruang, ruang keluarga di rumah itu semua adalah tempat-tempat yang tidak selalu mudah dilakukan pengawasan," ungkapnya. 

Anies mengatakan, Jakarta sudah pernah melewati masa-masa sulit, di mana kasus Covid-19 dan kasus kematian tinggi. Dia berharap, situasi sulit yang pernah dialami itu tak lagi terjadi atau dialami lagi.

"Jadi kita sudah pernah merasakan kondisi pandemi amat menantang di bulan Juni-Juli, kita tidak ingin situasi itu berulang dan artinya tanggung jawab bersama mari kita awasi masing-masing, kita ambil peran untuk saling mengingatkan," pintanya. 

Dia mengatakan, setiap orang bisa mengambil peran membantu mencegah kerumunan ataupun aktivitas yang berpotensi melanggar aturan PPKM. Peran semua pihak itu, kata dia, sama artinya dengan memutus penularan virus di masyarakat. 

"(Kalau) menyaksikan ada satu aktivitas yang berpotensi bukan hanya melanggar tapi potensi penularan itu bantu untuk dicegah," tukasnya.[]