News

Anies Baswedan Cs Kerahkan Petugas Pantau Warga Makan di Warteg

Anies Baswedan dan jajarannya mengerahkan petugas untuk memantaurestoran hingga Wargeg untuk memasitikan warga tak makan lebih dari 20 menit.


Anies Baswedan Cs Kerahkan Petugas Pantau Warga Makan di Warteg
Warga mengambil bungkusan makanan melalui layanan program 'Operasi Makan Gratis' di Warteg Nurul, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/3/2020). Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkolaborasi dengan warteg untuk menyajikan bantuan makanan gratis kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi di tengah wabah virus Corona. Tiap harinya tersedia 100 paket makanan gratis yang tersedia di beberapa lokasi warteg se-Jabodetabek. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengerahan petugas untuk mamantau rumah makan, termasuk warung tegal (warteg) untuk memastikan tidak ada pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. 

PPKM Level 4 mengatur durasi pengunjung menyantap pesanannya di rumah makan selama 20 menit.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan, petugas yang dikerahkan merupakan Satgas Covid-19 dari tinggat RT/RW. Ariza -sapaan akrab Riza Patria- yakin aturan makan selama 20 menit berjalan lancar karena diawasi petugas.

"Pengawasannya di tempat-tempat restoran, maupun di rumah makan atau warung tegal sudah ada petugas, Satgas Covid di setiap wilayah masing-masing," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2021).

Ariza berpesan kepada pengunjung memanfaatkan waktu sebaik mungkin ketika berada di rumah makan. Dia meminta pengunjung tidak mengobrol saat makan.

“Kami minta waktu yang ada dimanfaatkan, khusus makan, tidak nongkrong dan kongko, apalagi sambil ngobrol,” ucapnya.

Meski demikian, Ariza menyarankan masyarakat melakukan take away alias membungkus makanan yang dipesan untuk dibawa pulang ke rumah.

“Sekalipun dibolehkan makan di warung, kami minta sebaiknya (makan) di rumah masing-masing atau di tempat kerja masing-masing bagi yang diperkenankan bekerja,” kata mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu.

Masih kata Ariza, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerima banyak usulan terkait aturan makan di rumah makan. Salah satu usulannya ialah mewajibkan pengunjung menunjukkan sertifikat vaksinasi. Kata dia, pihaknya mempertimbangkan setiap usulan yang masuk.

"Jadi kami minta seluruh warga segerakan ikuti program vaksinasi nasional. Sehingga kemampuan kita pergi, berangkat, menuju ke tempat manapun jauh lebih aman bagi mereka yang udah divaksin," tutupnya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Nomor 495 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Level 4 pada Sektor Usaha Pariwisata, kegiatan usaha rumah makan, kafe yang berada dalam gedung atau toko tertutup baik di lokasi sendiri maupun pusat perbelanjaan hanya menerima take away, delivery service, dan drive thru. Operasionalnya hanya diperkenankan sampai pukul 22.00 WIB, tidak boleh lebih.

Di sisi lain, kegiatan serupa yang berlokasi di ruang terbuka dan udara bebas dapat melayani konsumen di tempat. Namun karyawan dan pengunjung diwajibkan sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Selain itu, kapasitas maksimal pengunjung hanya 25%.

Pemilik usaha rumah makan dan sejenisnya dilarang menampilkan pertunjukan musik hidup.

Kegiatan operasional rumah minum atau bar yang menyajikan minuman beralkohol wajib tutup.[]