News

Anies Akui Isolasi Covid-19 Sulit Direalisasikan di Kawasan Padat Penduduk


Anies Akui Isolasi Covid-19 Sulit Direalisasikan di Kawasan Padat Penduduk
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui warga Ibu Kota yang bermukim di kawasan padat penduduk sulit melakukan isolasi diri untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, di kawasan padat penduduk, dalam satu rumah kerap dihuni oleh lebih dari satu Kepala Keluarga.

Hal ini membuat mereka sulit melakukan isolasi diri. Bahkan mereka memiliki resiko yang lebih tinggi terpapar corana yang menular lewat interaksi langsung itu.

"Sebuah keluarga tinggal di kampung padat, satu bangunan bisa beberapa KK. Itu kalau mau dikarantina sulit sekali bukan? kata Anies video yang diunggah di laman youtube Pemprov DKI yang dikutip Jumat (27/3/2020).

Untuk menyiasati hal tersebut, pemerintah provinsi DKI Jakarta berencana membangun tempat karantina di luar kawasan pemukiman padat. Namun Anies belum menyebutkan lokasi karantina itu secara jelas.

"Nanti kita akan menyiapkan tempat (karantina) masing-masing wilayah," ucapnya.

Tempat karantina bagi penduduk dari kawasan pemukiman padat ini juga akan memberlakukan aturan dan standar kesehatan yang sudah ditentukan saat ini.

Bila ada warga yang mengalami gejala corona maka wajib dikarantina selama 14 hari.

"Kenapa 14 hari? Ya karena siklus virusnya selama 14 hari. Kalo dah lewat 14 hari insya Allah akan bisa survive. Belum tuntas tapi insya allah bisa survive," tutupnya.[]