Olahraga

Angkat Trofi AS Terbuka, Raducanu Akhiri Penantian Panjang Inggris

Emma Raducanu mencetak sejarah baru di AS Terbuka 2021.


Angkat Trofi AS Terbuka, Raducanu Akhiri Penantian Panjang Inggris
Emma Raducanu mengakhiri penantian panjang Inggris untuk angkat trofi di AS Terbuka 2021. ()

AKURAT.CO, Sebuah sejarah baru tercipta di AS Terbuka 2021. Setelah menanti selama 44 tahun, Emma Raducanu menjadi petenis asal Inggris pertama yang berhasil mengangkat trofi AS Terbuka.

Prestasi tersebut berhasil digapai oleh Raducanu, setelah berhasil mengalahkan  Leylah Fernandez dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3.

Sebenarnya, Raducanu sempat mengalami cedera dalam laga itu saat sedang melakukan servis dengan keunggulan 5-3. Dia pun sempat mendapatkan perawatan.

Namun, Raducanu mengabaikan penundaan itu, menyelamatkan break point lebih lanjut untuk memenangkan pertandingan tersebut.Keduanya berbagi pelukan hangat sebelum Raducanu menaiki tangga di Stadion Arthur Ashe untuk merayakannya bersama para penggemarnya.

Raducanu mendapatkan dukungan dari Virginia Wade yang emosional, yang merupakan wanita Inggris terakhir yang memenangkan trofi utama di Wimbledon pada tahun 1977. 

"Sangat berarti memiliki Virginia Wade di sini dan juga Tim Henman," kata Raducanu dalam pidatonya di lapangan, sebagaimana diberitakan BBC Sports.

"Mereka adalah ikon Inggris dan bagi saya untuk mengikuti jejak mereka memberi saya keyakinan bahwa saya bisa melakukannya," sambungpetenis berusia 18 tahun itu.

 Performa gemilang Raducanu mendapatkan pujian dari mantan petenis nomor satu wanita, Inggris, Laura Robson. Menurutnya, penampilan petenis remaja itu nyaris sempurna."

Ada begitu banyak momen pintu geser. Sebelum Wimbledon, Emma tidak memiliki wild card undian utama. Apakah dia akan berada di posisi ini jika mereka tidak meningkatkannya? Apakah ini akan terjadi jika dia tidak harus mundur dari ronde keempat karena masalah pernapasan?" katanya.

"Dia memainkan penampilan yang hampir sempurna di final Grand Slam pertamanya. Anda harus berpikir akan ada lebih banyak lagi."[]