News

Pemprov DKI Kembali Buka 3 Hektare Lahan Pemakaman di TPU Rorotan

Pembukaan lahan dilakukan seiring melonjaknya angka kematian akibat Covid-19


Pemprov DKI Kembali Buka 3 Hektare Lahan Pemakaman di TPU Rorotan
Petugas memakamkan jenazah pasien COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Jumat (16/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka kembali tiga hektare lahan pemakaman di TPU khusus Covid-19 Rorotan Jakarta Utara menyusul naiknya angka kematian pada ledakan Covid-19 gelombang kedua saat ini.

"Tiga hektare pertama sudah, sekarang buka lagi tiga hektare yang ke dua," kata Kepala Dinas Bina Marga Jakarta Hari Nugroho ketika dikonfirmasi AKURAT.CO Senin (19/7/2021).

Hari menjelaskan, tiga hektare lahan baru akan segera dipakai dalam waktu dekat. Pihaknya mengerahkan sejumlah peralatan untuk pematangan lahan itu diantaranya, empat unit excavator kecil untuk menggali liang lahad, 6 unit dump truck, tiga unit buldozer dan 24 orang personel Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

"Sekitar dua mingguan lagi sudah selesai," tuturnya.

Dipertegas mengenai jumlah liang lahad yang akan disiapkan di atas tiga hektare lahan itu, Hari enggan menjawabnya.

Namun jika berpatokan pada tiga hektare yang sudah dibuka sebelumnya, maka jumlah lahan bisa diperkirakan mencapai 7.200 liang lahad.

"Tanya bu Suzi dinas pemakaman nanti dapat berapa liang lahatnya untuk jenazah covidnya," ujarnya.

Sebagai informasi, total lahan di TPU seluas 10 hektare, lahan itu dibuka secara bertahap sesuai kebutuhan. Pada periode pertama, Pemprov DKI membuka tiga hektare menyusul penuhnya TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur pada akhir 2020 lalu. Saat ini Pemprov DKI membuka lagi tiga hektar, itu artinya lahan di TPU rorotan tersisa tinggal empat hektare saja.

Jumlah pemakaman dengan protokol Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami kenaikan. Peningkatan ini dilihat dari data 1 Juni hingga 17 Juli.

Data itu dilansir oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tercatat ada 16 jenazah yang dikebumikan dengan menggunakan protokol Covid pada tanggal 1 Juni, sementara pada 17 Juli kemarin ada 351 jenazah.

Data Dinkes DKI seperti yang dilihat redaksi di https://corona.jakarta.go.id/id, Minggu (18/7/2021), grafik pemakaman jenazah dengan perotokol Covid cenderung melonjak setiap harinya.

Pada 1 Juni 2021 jumlah pemakaman menggunakan cara yang tak lazim itu sebanyak 16 jenazah. Jumlah itu bergerak naik menjadi 22 jenazah di hari berikutnya.

Jumlahnya bahkan terus melambung hingga pertengahan bulan. Pada 15 Juni 2021 ada 88 jenazah kemudian jumlahnya naik lagi menjadi 155 jenazah dalam sehari, lima hari kemudian.

Memasuki akhir Juni 2021, tepatnya 26 Juni, jumlah pemakaman menggunakan protap khusus ini sudah mencapai 227 jenazah, lalu kembali melambung pada 29 Juli menjadi 304 jenazah yang dimakamkan per hari.

Jumlah pemakaman jenazah menggunakan protab khusus ini sempat stagnan di kisaran 300 jenazah lebih per hari hingga awal Juli 2021.

Sampai 8 Juli jumlah pemakaman ada 401 jenazah pasien Covid yang dikebumikan dalam sehari, lalu angkanya turun di hari berikutnya menjadi 369 jenazah dan kembali naik sehari setelahnya menjadi 407 jenazah.

Jumlah pemakaman pasien Covid, masih berdasarkan data grafik Dinkes DKI, lalu turun lagi ke kisaran 300 jenazah pada 11 Juli, bertahan hingga pertengahan bulan di mana pada 17 Juli kemarin ada 351 jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Jakarta.[]