News

Angka Kematian Ibu di Gorontalo Utara Tinggi, Pekerjaan Rumah Bagi Pemerintah

Tingginya angka kematian ibu di Gorontalo Utara menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah setempat


Angka Kematian Ibu di Gorontalo Utara Tinggi, Pekerjaan Rumah Bagi Pemerintah
Empat ibu rumah tangga bersama dua balita ditahan di NTB karena melempar gudang pabrik rokok (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Angka kematian ibu (AKI) menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Beberapa kebijakan harus ditetapkan secara optimal guna menekan AKI.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara Maya Oktaviani Rahmola di Gorontalo, Selasa (14/04/2021) mengatakan pada 2022 daerah itu akan menjadi lokasi fokus dua program besar, yaitu penanganan kekerdilan dan AKI. Data pada 2020, angka kekerdilan mencapai 20 persen.

"Angka ini masih tergolong sangat tinggi meski di bawah target nasional namun perlu ditangani serius agar tidak naik dan kami memiliki data nama dan alamat untuk memudahkan penanganannya," katanya.

Angka kematian ibu di daerah setempat cukup memprihatinkan sebab merupakan angka tertinggi di Provinsi Gorontalo, bahkan melampaui enam kali lipat dari target nasional. Data 2020, jumlah AKI di daerah ini mencapai 13 orang.

Jika dilihat dari angka memang nampak sedikit. Namun jika dirumuskan angkanya mencapai 668 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini sangat tinggi dibandingkan dengan angka nasional sebanyak 112 per 100 ribu kelahiran hidup.

"Bayangkan, mencapai enam kali lipat atau melampaui target nasional sehingga dapat disebut AKI di daerah ini lebih besar dan perlu mendapat perhatian serius," katanya.

Dari 13 kasus AKI itu, dua kasus di antaranya diduga akibat terpapar COVID-19.

Oleh karena itu, para suami dan keluarga agar mendorong isteri atau ibu hamil tidak takut memeriksakan kandungannya di fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintah, baik puskesmas maupun rumah sakit, agar setiap kehamilan dapat dikontrol.

"Jangan pula takut dites COVID-19 baik di 'rapid' (tes cepat) maupun 'swab' (tes usap), sebab kondisi ibu hamil memang perlu dipastikan benar-benar sehat dan bebas virus," katanya.

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co