News

Angka Kematian Covid-19 di Rusia Tembus Seribu Kasus Sehari

Di tengah meroketnya kasus infeksi dan kematian itu, ada ketidakpercayaan yang meluas dari warga terhadap vaksin Covid-19 .


Angka Kematian Covid-19 di Rusia Tembus Seribu Kasus Sehari
Dalam foto ini, seorang pasien dibawa ke rumah sakit spesialis untuk perawatan Covid-19 di Moskow (Reuters via BBC)

AKURAT.CO  Sabtu (16/10) menjadi hari yang kelam bagi Rusia, di mana untuk pertama kalinya, mereka mencatat jumlah kematian harian Covid-19 tembus hingga seribu kasus.

Seperti diwartakan The Guardian hingga BBC, angka kasus Covid-19 di Rusia telah meningkat sepanjang minggu. Kasus baru Covid-19 pada Sabtu mencapai hingga 33.208 kasus. Kata gugus tugas Covid-19 Rusia, itu adalah rekor untuk lima hari berturut-turut.

Secara keseluruhan, Rusia telah mencatat 222.315 kasus kematian Covid-19, dan ini menjadi yang tertinggi di Eropa. Sementara, kasus total infeksi menurut pantauan Worldometers mencapai hingga angka 7,9 juta.

Di tengah meroketnya kasus infeksi dan kematian itu, ada ketidakpercayaan yang meluas dari warga terhadap vaksin Covid-19. Kremlin pun dilaporkan telah menyalahkan sikap apatis warganya yang enggan divaksin. 

Dari 144 juta populasi Rusia, hanya sekitar 48 juta warga yang telah menerima dosis penuh, dengan data terbaru menunjukkan 51 juta mendapatkan satu suntikan. Ini berarti, hanya sekitar sepertiga dari populasi Rusia yang baru mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Menanggapi situasi tersebut, otoritas Rusia terus mengimbau warga agar mau divaksin.

"Dalam situasi di mana infeksi meningkat, perlu untuk terus menjelaskan kepada orang-orang bahwa mereka harus divaksinasi. Sangat tidak bertanggung jawab jika mereka tidak ingin divaksin. Hal itu bisa membunuh," kata juru bicara Dmitry Peskov pekan ini.

Sejauh ini, pemerintah mengatakan bahwa sistem kesehatan masih bisa mengatasi meningkatnya jumlah pasien Covid-19. Namun, Menteri Kesehatan Mikhail Murashko menegaskan bahwa dokter yang takut praktik karena Covid-19 harus segera mengambil vaksin dan kembali bekerja.

Jumlah kasus aktif orang yang terinfeksi di Rusia kini mencapai sekitar 750 ribu pasien. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada Februari 2020.

Rusia menjadi salah satu negara yang mampu mengembangkan vaksin Covid-19 dengan cepat. Tahun lalu, Kremlin sudah meluncurkan Sputnik V, dan disusul oleh tiga vaksin lainnya. Namun, Rusia tampaknya gagal meyakinkan banyak warganya untuk mendapatkan vaksin-vaksin tersebut. Imbasnya, kampanye untuk meluncurkan vaksinnya menjadi lamban dan infeksi akhirnya meningkat dengan pesat. 

Sementara itu, penjualan Sputnik V di luar negeri terbilang cukup laris, walaupun dalam hal ini ada masalah kendala pengiriman. Setidaknya, 70 negara telah mengizinkan penggunaan Sputnik V, meski seperti vaksin Rusia lainnya, produk belum disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bersamaan dengan kurangnya vaksin buatan asing di Rusia, beberapa warga akhirnya memanfaatkan 'paket wisata vaksinasi'. Serbia - yang bisa dimasuki orang Rusia tanpa visa - adalah salah satu negara di mana warga bisa mendapatkan liburan sekaligus suntikan vaksin luar, seperti Pfizer.[]