News

Angka Kasus Kematian Pasien Isoman Tinggi, Kustini Usul Mahasiswa Kedokteran Jadi Pendamping

Usulan ini sekaligus sebagai solusi membantu nakes di puskesmas


Angka Kasus Kematian Pasien Isoman Tinggi, Kustini Usul Mahasiswa Kedokteran Jadi Pendamping
Pemakaman korban Covid-19 (Antara Foto)

AKURAT.CO, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengusulkan mahasiswa jurusan kedokteran dari perguruan tinggi yang ada di wilayahnya untuk jadi pendamping pasien isolasi mandiri (isoman).

Mempertimbangkan Sleman yang masuk kategori daerah dengan level IV, Kustini mengusulkan untuk melibatkan mahasiswa kedokteran yang belum lulus ikut terlibat dalam penanganan pandemi.

"Jumlah nakes sangat sedikit. Sehingga perlu upaya solutif dengan melibatkan mahasiswa serta perguruan tinggi yang punya jurusan kesehatan terutama dokter, untuk terlibat aktif dalam menangani persoalan ini," kata Kustini, Sabtu (24/8/2021).

Usulan ini sekaligus sebagai solusi membantu nakes di puskesmas untuk memantau kondisi pasien pelaku isoman. Mengingat, di Kabupaten Sleman sendiri angka kasus kematian pasien isoman mencapai jumlah 320 jiwa.

Dari evaluasi berkala yang dilakukan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sleman, didapati fakta perihal minimnya pengawasan kondisi pasien isoman. Cukup banyak pasien tanpa gejala yang memaksakan diri mengisolasi di rumah masing-masing, sementara shelter telah disediakan.

"Sebenarnya kita sudah sediakan shelter di tiap padukuhan dan kalurahan yang terintegrasi dengan puskesmas setempat agar mudah dipantau," imbuh Kustini.

"Tapi data di lapangan masih banyak yang memaksakan isolasi di rumah dan baru ke faskes setelah mengetahui adanya perubahan kondisi yang semakin memburuk. Ini yang harus segera diantisipasi," sambungnya.

Agar upaya ini bisa terealisasi, Kustini turut memohon pelonggaran persyaratan relawan yang disusun oleh Kementerian Kesehatan.

"Usul kita dua, mahasiswa itu bisa membantu menjadi vaksinator dan juga membantu nakes puskesmas dalam memantau pasien isoman. Untuk bisa dua hal tersebut, kita sampaikan persyaratan relawannya bisa dilonggarkan," tambahnya.

Kustini menyebut jika usulan tersebut merupakan permintaan dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk memberikan masukan tentang Tindak Lanjut Keputusan PPKM Level 3 dan 4.

"Karena saya diminta memberikan masukan, saya sampaikan beberapa hal salah satunya terkait mahasiswa tersebut. Semoga ini bisa menjadi usulan solutif untuk persoalan yang ada saat ini," tandasnya.[]