Lifestyle

Angka Kasus Covid-19 di Klaten Melonjak, Candi Prambanan Ditutup

Operasional Candi Prambanan harus ditutup sementara karena lonjakan kasus Covid-19


Angka Kasus Covid-19 di Klaten Melonjak, Candi Prambanan Ditutup
Candi Prambanan (Afrizal Abdul Rahman)

AKURAT.CO, Perusahaan BUMN pengelola Candi Prambanan, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau PT TWC mengumumkan penutupan operasional destinasi Candi Prambanan. Penutupan ini dilakukan mulai 30 Juni 2021 sampai 5 Juli 2021.

Langkah ini diambil karena melonjaknya angka positif terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Penutupan Candi Prambanan juga telah sesuai dengan Surat Edaran Bupati Klaten Nomor 443.5/418/13 tentang Percepatan Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Seperti diketahui, lokasi Candi Prambanan berbatasan dengan Wilayah Sleman, Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah. 

"Kami akan memantau kondisi dan perkembangan selanjutnya dan berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 (Kabupaten Klaten), untuk melihat situasi terkini khususnya di wilayah Klaten," ujar Corporate Secretary PT TWC, Emilia Eny Utari dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (30/6).

Emilia yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PT TWC ini mengatakan, Langkah PT TWC menutup Candi Prambanan bertujuan untuk mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Klaten untuk menekan laju penularan COVID-19 di wilayah Kabupaten Klaten.

"Kami berharap penutupan ini bisa ikut berpartisipasi dalam proses penekanan lajunya penyebaran COVID-19, serta untuk pemulihan baik segi kesehatan maupun ekonomi di masyarakat," kata Emilia.

Terkait dengan adanya penutupan operasional, wisatawan yang ingin bertanya berkaitan dengan tiket ke destinasi TWC, diminta menghubungi layanan yang tersedia di website resmi candi tersebut.

Selama penutupan ini, Emilia mengatakan PT TWC terus melakukan kegiatan preventif dalam mengurangi upaya penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan di kawasan destinasi.

"Kami akan tetap menjaga suasana yang nyaman dan aman sesuai dengan sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata yang telah kami terima di semua destinasi kami," pungkas Emilia.

Sebelumnya, penambahan kasus harian positif Covid-19 di Klaten pada kemarin (29/6/2021) memecahkan rekor dengan jumlah 666 kasus. Sedangkan, kasus harian tertinggi sebelumnya adalah 665 kasus.

Besaran kasus kemarin, dari 594 kasus berdasarkan laporan hasi tes rapid antigen dan 72 kasus dari hasil tes PCR swab. Jumlah pasien sembuh 289 orang dan 15 orang meninggal dunia.