Lifestyle

Angka Harapan Hidup Pasien Serangan Jantung Indonesia Hanya 57 Tahun

Angka harapan hidup pasien serangan jantung di Indonesia rata-rata hanya 57 tahun.


Angka Harapan Hidup Pasien Serangan Jantung Indonesia Hanya 57 Tahun
Cek jantung Anda dengan ekokardiografi secara rutin (Heartology Cardiovascular Center)

AKURAT.CO  Data registri nasional terhadap penyakit gagal jantung dan penyakit jantung koroner telah menjelaskan sebab tingginya angka kematian penduduk Indonesia.

Berdasarkan data dari WorldnHeart Federation, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian dari 30% penduduk populasi Asia Tenggara.

Menurut data dari sebuah penelitian bernamakan REPORTHF, penyakit gagal jantung di Indonesia sebagian besar diakibatkan oleh penyakit jantung iskemik, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi para tenaga kesehatan. 

baca juga:

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah,  Siska S Danny juga mengatakan angka harapan hidup pasien serangan jantung di Indonesia jauh lebih muda ketimbang usia pasien di Amerika,  Eropa dan Jepang. 

Siska menjelaskan bahwa di Indonesia, angka harapan hidup pasien serangan jantung rata-rata 57 tahun.

"Ini jauh lebih muda dibandingkan usia di Amerika atau Eropa antara 60-65 tahun, di Jepang malah lebih tua lagi," ujar Siska dalam Webinar "Cardiovascular Medicine in 2022 and Beyond: Adaptive, Personalized and Evidence-Based", Jumat (23/9/2022). 

Siska mengatakan, hal ini karena faktor risiko pasien di Indonesia juga tinggi, salah satunya kebiasaan merokok. 

Merujuk data pasien-pasien serangan jantung mencakup sembilan provinsi pada 2018-2019, yang dipaparkan Siska. Ada sebanyak 65 persen pasien serangan jantung adalah perokok.

"Ini sesuai dengan data nasional bahwa proporsi perokok di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di dunia," katanya.