Olahraga

Anggota Parlemen Inggris Kritik Raducanu karena Pilih Pelatih Rusia

Emma Raducanu diketahui memilih eks petenis asal Rusia, Dmitry Tursunov, sebagai pelatih barunya.

Anggota Parlemen Inggris Kritik Raducanu karena Pilih Pelatih Rusia
Petenis berkebangsaan Inggris, Emma Raducanu sedang melakukan selebrasi. (TWITTER/@wta)

AKURAT.CO, Bagi negara seperti Inggris, perang antara Rusia dan Ukraina ternyata memang bukan sekadar urusan politik. Lebih dari itu, sikap Inggris yang menentang invasi Rusia ke Ukraina bahkan memicu komentar terhadap pemilihan pelatih bintang tenis belia mereka, Emma Raducanu.

Raducanu diketahui memilih eks petenis asal Rusia, Dmitry Tursunov, sebagai pelatih barunya. Fakta bahwa Tursunov merupakan warga Rusia membuat Raducanu dianggap tak memiliki sensitifitas atas apa yang terjadi di Ukraina saat ini.

Salah satu kritik datang dari anggota Parlemen Inggris, Chris Bryant. Politisi Partai Buruh itu dengan keras bahkan mengatakan bahwa kesepakatan Raducanu dan Tursunov merupakan kudeta dari segi hubungan masyarakat (humas) dan publikasi.

baca juga:

“Kremlin (Kantor Presiden Rusia) akan menggambarkan ini sebagai kudeta humas dan sebuah indikasi bahwa Inggris tidak benar-benar peduli dengan perang di Ukraina, jadi akan menjadi hal yang sungguh memalukan jika Emma berlanjut dengan ini,” kata Bryant sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Inggris, bersama Amerika Serikat, merupakan negara terdepan yang menentang Rusia. Di tenis, misalnya, mereka melarang atlet berkebangsaan Rusia dan Belarusia bertanding di turnamen grand slam paling bergengsi, Wimbledon, Juni lalu.

Kenyataan tersebut menjadi ironi karena juara Wimbledon tahun ini, Elena Rybakina, merupakan petenis asal Rusia. Hanya saja, Rybakina mengganti kewarganegaraannya menjadi warga Kazakhstan demi bertanding di Wimbledon.

Adapun Raducanu mau tidak mau harus mengemban posisi sebagai perwakilan terdepan Inggris di dunia tenis. Terutama setelah Raducanu menjadi juara Amerika Serikat Terbuka tahun lalu yang membuatnya menjadi petenis putri Inggris pertama yang memenangi grand slam dalam empat dekade ini.

Soal lain adalah Raducanu bisa dikatakan terlalu belia untuk menghadapi status sebagai ikon tenis yang dikaitkan dengan urusan politik. Ia menjuarai AS Terbuka dalam usia 18 tahun dan saat ini petenis berdarah Rumania-China itu masih 19 tahun.

Yang jelas, situasi ini membuat Raducanu semakin diawasi dalam perjalanan kariernya yang tidak sesederhana sebelum ia menjadi juara grand slam. Yang terdekat, Raducanu akan menghadapi petenis asal Republik Ceko, Marie Bouzkova, di Citi Terbuka, Washington DC, Amerika Serikat, pekan depan.[]