Rahmah

Anggota Komisi Media dan Komunikasi ADDAI: Cara Beragama Tentukan Masa Depan Indonesia

Moderasi beragama tentukan masa depan bangsa


Anggota Komisi Media dan Komunikasi ADDAI: Cara Beragama Tentukan Masa Depan Indonesia
Ustaz Saepuloh

AKURAT.CO Islam yang masuk ke Indonesia adalah Islam yang santun, damai untuk pribadi, dan damai untuk alam semesta. Demikian dipaparkan oleh Saepuloh, M.A, Anggota Komisi Media dan Komunikasi ADDAI dalam kultum Ramadan, Senin (10/05/2021) yang disiarkan langsung melalui Channel YouTube Akurat.co.

Beliau menyebut, cara beragama kita menentukan bagaimana masa depan Indonesia ke depan. Dan, cara beragama yang moderatlah yang bisa membuat masa depan suatu negara baik dan maju.

Terkait dengan moderasi beragama, Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi FKDMI Pusat itu menyebut bahwa sikap ini memiliki karakter-karakter.

"Moderasi beragama memiliki banyak katakter. Pertama, Inklusif, yaitu menerima perbedaan dan mau bermusyawarah. Karakter ini yang akan membuat seseorang mampu melihat aneka keberagaman." cetusnya.

Karakter kedua, sambungnya, yaitu sikap toleransi. Sikap ini yang dapat membuat seseorang mudah menerima perbedaan. Sehingga hubungan harmonis satu sama lain mudah dilakukan.

"Karakter yang ketiga dari moderasi beragama adalah tawazun, yaitu adanya keberimbangan dalam menentukan sesuatu. Tidak ekstrim kiri dan tidak juga ekstrim kanan. Karakter berikutnya adalah i'tidal, yaitu sikap adil meski tetap dalam ketegasan." kata Ustaz Saepuloh.

Sedangkan karakter terakhir adalah Islah, yaitu perbaikan baik dalam ranah ekonomi, budaya, politik, dan lain sebagainya. Sehingga dapat menyentuk semua kalangan dengan baik.

Ia juga menyebut hakikat jihad. "Jihad terbesar dalam Islam adalah upaya menahan diri untuk tidak menuruti hawa nafsu. Jihad juga tidak boleh dipahami secara sempit, tetapi harus komprehensif. Begitu juga tidak hanya melihat teks, tetapi juga harus melihat realitas sosial." tegasnya lagi.

Komisi Bahtsul Masail JATMAN DKI Jakarta itu juga menyebut, dalam moderasi beragama tidak bisa seseorang hanya mengandalkan semangat beragama, tetapi juga harus ditopang dengan ilmu pengetahuan dan juga kemampuan untuk mengendalikan diri. 

"Bulan Ramadan ini melatih diri kita semua untuk menuju menjadi diri dan umat yang moderat. Menahan diri untuk tidak berlebihan dan tidak mengurangi apa yang sudah ditentukan syariat." pungkasnya.[]