News

Anggota Komisi IX Yakin Pemberian Vaksinasi pada Ibu Hamil Sudah Melalui Kajian

Tujuan pemberian vaksin pada ibu hamil guna menghindari penularan Covid-19 dan menekan angka dari dampak kematian.


Anggota Komisi IX Yakin Pemberian Vaksinasi pada Ibu Hamil Sudah Melalui Kajian
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo (Dpr.go.id)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mendukung pemberian vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil. Dirinya yakin izin penggunaan vaksin itu sudah melalui kajian dan penelitian.

"Karena vaksin kita kan seruannya berasal dari luar negeri. Nah ketika dari luar negeri itu mengizinkan, data statistik mengizinkan, emergency penggunaannya diizinkan, berarti untuk pemberian ibu hamil juga tidak ada masalah," ujar Rahmad saat dihubungi AKURAT.CO, Selasa (3/8/2021) di Jakarta.

Politikus PDI-Perjuangan itu mengatakan, tujuan pemberian vaksin pada ibu hamil guna menghindari penularan Covid-19 dan menekan dampak angka kematian. "Saya kira kita support, kita dukung langkah pemerintah itu," tegasnya.

Kemudian, lanjut Rahmad, apabila data yang telah diberikan oleh produsen pembuat vaksin untuk ibu hamil sudah aman, efektif, maka secara otoritas Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mempelajari apakah vaksin tersebut betul-betul layak untuk dipergunakan atau tidak.

"Uji klinis yang diberikan atau pun uji yang telah diberikan kepada ibu ibu hamil itu yang paling penting adalah uji keselamatan, uji keamanan dulu," urainya.

"Dan saya kira kalau kita tidak ada uji klinis terhadap ibu hamil di Indonesia tetapi di luar negeri di produsen tempat (vaksin) yang kita beli dari produk vaksin itu saya kira juga kita mengikuti dari penelitian, dari hasil penelitian yang disampikan atau dibuat oleh produsen itu," sambungnya.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) sudah mengizinkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil mulai 2 Agustus 2021.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor HK.02.01/I/2007/2021 Tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Keputusan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini diambil setelah melihat perkembangan kasus Covid-19 terhadap ibu hamil meningkat di kota besar dalam keadaan berat (severe case), khususnya ibu hamil dengan kondisi medis tertentu.

"Upaya pemberian vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil tersebut juga telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI)," demikian bunyi SE tersebut yang diterima dari Kemenkes, Senin (2/8/2021).[]