News

Anggota Komisi III Usulkan TWK Dibuka untuk Kejagung, Polri dan KemenkumHAM

Usulan tersebut itu tidak bertujuan untuk memecat


Anggota Komisi III Usulkan TWK Dibuka untuk Kejagung, Polri dan KemenkumHAM
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Benny K Harman dalam rapat kerja bersama Polri dan Kementeri Hukum dan HAM serta Kejaksaan Agung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2021). (Youtube DPR RI)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Benny K Harman mengusulkan agar Kejaksaan Agung (Kejagung RI), Polri dan Kementerian Hukum dan HAM untuk mengadakan tes wawasan kebangsaan (TWK), seperti yang pernah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya mengusulkan Pak ketua kepada mitra kerja, kepolisian, Kejaksaan dan Kumham saya sangat senang ada TWK tes wawasan kebangsaan di KPK," ujar Benny dalam rapat kerja bersama Polri dan Kementerian Hukum dan HAM serta Kejaksaan Agung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Benny menjelaskan, usulan tersebut itu tidak bertujuan untuk memecat, atau memberhentikan anggota yang tidak disukai. Namun, upaya menjalankan fungsi secara profesional supaya ada militansi.

"Saya tidak melihat itu ada disini, atau mungkin saya tidak menangkap. Saya tidak satupun (mendengar) kata yang muncul ada agenda untuk TWK sebagai bagian dari pembinaan kan gitu," terangnya.

Sebab, kata Benny, TWK itu adalah bagian dari agenda reformasi kultural yang harus dijalani di setiap bidang dan kemudian Presiden Joko Widodo melanjutkan itu dengan revolusi mental.

"Nah, ini saya lihat sudah nggak muncul lagi ini  apa hilang atau apa saya nggak tahu, tapi tolong itu dimasukkan kalau bisa," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, mengatakan usulan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pihaknya. Pasalnya, di setiap tahun itu ada dua angkatan dilakukan pelatihan, pelatihan revolusi mental, dan pelatihan tersebut masih berjalan sampai sekarang.

"Mungkin masukkan akan kami terima, dan mudah-mudahan ke depan bisa dijadikan bahan pertimbangan," tuturnya.

Selain itu, Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono juga menerangkan, jika sebenernya setiap anggota Polri yang masuk itu sudah ada tes.