News

Anggota Komisi III: Over Kapasitas Lapas Bisa Berdampak Buruk Bagi Warga Binaan

Aboe mendorong agar pengamanan dalam lapas terkait pencegahan lalu lintas barang illegal dalam lapas


Anggota Komisi III: Over Kapasitas Lapas Bisa Berdampak Buruk Bagi Warga Binaan
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Aboe Bakar Alhabsyi saat melakukan Kunjungan Spesifik (Kunspek) ke Lapas IIA Khusus Wanita Tanggerang Selatan (Tangsel). (DOK. HUMAS DPR RI)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Aboe Bakar Alhabsyi menyampaikan bahwa persoalan over kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi atensi Komisi III untuk menjamin pemenuhan aspek kemanuasiaan dan kesehatan.

Hal itu disampaikan Aboe saat melakukan Kunjungan Spesifik (Kunspek) ke Lapas IIA Khusus Wanita Tanggerang Selatan (Tangsel). Aboe menilai, over kapasitas dapat membawa dampak pada buruknya kondisi kesehatan warga binaan.

"Apalagi ditengah pandemi virus corona atau Covid-19 seperti saat ini, over kapasitas berpotensi besar dalam penularan Covid-19," ungkap Aboe sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO, Selasa (15/6/2021).

Selain itu, lanjut Aboe ingin memastikan bahwa Lapas Tangsel, ini bebas dari praktik pungli. Sebab menurut Aboe, integritas para personel di lapas ini sangat penting.

"Belajar dari kasus kemarin, dua personel lapas tanggerang menjadi tersangka dalam kasus pelarian seorang Napi," paparnya.

Kemudian, Aboe mendorong agar pengamanan dalam lapas terkait pencegahan lalu lintas barang illegal dalam lapas. Dia mengungkapkan, jika ternyata peredaran narkoba diungkap Mabes Polri sebanyak 1,1 ton sabu dikendalikan dari dalam lapas.

"Ini menunjukkan bahwa mereka bisa membawa barang illegal seperti handphone masuk ke dalam lapas. Sehingga bisa mengatur peredaran narkoba dari dalam lapas dengan leluasa," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 1,1 ton, jaringan Timur Tengah. Peredaran barang haram itu ternyata dikendalikan narapidana dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon.

Kepala Lapas Kelas II Cilegon Errytaruna mengatakan, ada tiga orang yang dibawa petugas Polda Metro Jaya dari dalam Lapas Cilegon akibat keterlibatan peredaran sabu tersebut. Dua orang napi merupakan warga Nigeria dan 1 orang warga Indonesia.

"Semuanya ada tiga orang, Escobar dan Emichel warga Nigeria, Didu warga negara Indonesia. Intinya kami bekerja sama dengan pihak kepolisian. Kalau ada warga binaan kami yang terlibat, kami terbuka. Silakan diperiksa. Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa di Polda Metro Jaya," kata Errytaruna, Senin (14/6/2021).[tim]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co