News

Anggota Komisi III DPR RI Minta KY Periksa Hakim yang Sunat Hukuman Djoko Tjandra-Pinangki

Eva menghormati peradilan sebagai lembaga independen yang tidak bisa diintervensi


Anggota Komisi III DPR RI Minta KY Periksa Hakim yang Sunat Hukuman Djoko Tjandra-Pinangki
Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana (AKURAT.CO/Muhlis)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana menyoroti putusan hakim-hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang kerap mengurangi hukuman koruptor. Eva mendesak agar Komisi Yudisial (KY) memeriksa para hakim tersebut.

"KY harus turun tangan dengan memeriksa para hakim PT Jakarta yang suka mengkorting hukuman para koruptor," kata Eva sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Politisi partai NasDem itu mengaku menghormati peradilan sebagai lembaga independen yang tidak bisa diintervensi. Namun dia khawatir independensi para hakim di Indonesia justru dipertanyakan lantaran adanya putusan yang justru menyunat vonis koruptor.

"Saya berharap proses dan putusan hukum di Indonesia tidak mencederai hati rakyat. Tapi keputusan hakim itu sudah mencederai rasa keadilan," tegasnya.

Eva menyebut hal ini kali kedua dalam waktu berdekatan, seperti pada beberapa waktu lalu meringankan vonis mati bandar narkoba menjadi vonis hukuman seumur hidup.

Eva yakin, putusan pengadilan yang kerap mengurangi hukuman ini tentu tak akan menimbulkan efek jera.

"Padahal, lanjut Eva, salah satu tujuan penjatuhan hukuman itu adalah agar ada efek jera," pungkasnya.

Seperti diketahui, hukuman Djoko Tjandra yang semula 4 tahun 6 bulan bui menjadi 3 tahun 6 bulan penjara. Bahkan sebelumnya, juga ada Jaksa Pinangki yang mendapat diskon hukuman dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Sebagai pengingat, Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki merupakan terdakwa dalam satu kasus yang sama. Keduanya terlibat dalam suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung. Ini lantaran agar Djoko Tjandra terlepas dari kasus hukum hak tagih Bank Bali.

Djoko Tjandra merupakan pemberi suap, sementara Jaksa Pinangki adalah penerimanya. Jaksa Pinangki lhukumannya dipotong hingga 6 tahun penjara.

Vonis yang awalnya 10 tahun penjara kini hanya 4 tahun penjara saja. Sementara, vonis hukuman Djoko Tjandra yang tadinya empat tahun enam bulan penjara dipotong menjadi tiga tahun enam bulan penjara ditambah hukuman denda tetap Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Kini, Pinangki akhirnya dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur. Pinangki akan menjalani masa hukumannya 4 tahun penjara.[]