News

Anggota Komisi I Ajak Masyarakat Semakin Bijak dan Cerdas dalam Menggunakan Medsos

Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan masyarakat smart society.


Anggota Komisi I Ajak Masyarakat Semakin Bijak dan Cerdas dalam Menggunakan Medsos
Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah (dpr.go.id)

AKURAT.CO, Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan masyarakat smart society. Artinya, sudah berkembangan sangat jauh jika dibandingkan dengan kehidupan beberapa puluh tahun yang lalu.

"Saat ini kita bisa mendapatkan informasi tentang apapun karena adanya media online," kata Taufiq dalam Webinar Aptika Kominfo pada Rabu (13/10/2021).

Lebih lanjut Taufiq mengungkapan, jika penggunaan perangkat elektronik juga mangalami perkembangan pesat, hal ini dapat dilihat dari penggunaan handphone di Indonesia yang jauh melebihi jumlah penduduk Indonesia sendiri. 

Dia menjelaskan, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Hootsuite pada Januari 2021, jumlah pengguna seluler di Indonesia mencapai 345.3 juta pengguna, pengguna internet 202.6 juta, dalam hal penyampaian pendapat dan pikiran juga sudah mengalami perubahan dengan adanya media sosial.

"Kebebasan yang ditawarkan oleh media sosial ternyata dapat mengubah karakter seseorang dalam menyampaikan pendapat. Karena tidak bertatap muka langsung, seseorang bisa menyampaikan pendapatnya tanpa memikirkan dampak dari ucapannya," terangnya.

Oleh karena itu, Taufiq mengajak, agar di era keterbukaan saat ini harus semakin bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial.

"Kita harus bisa beradaptasi secara cerdas, artinya kita harus memanfaatkan perkembangan digital ini untuk mendapatkan hal-hal yang positif dan produktif. Jangan sampai kita hanya sebatas konsumen yang menerima hal-hal yang tidak bermanfaat dari media sosial," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Guru Besar Fisip UNAIR Henri Subiakto menyebutkan bahwa di era digital, manusia dan teknologi komunikasi itu sudah menyatu, saling menyatu dan saling mempengaruhi, hal ini dikenal sebagai Sociomateriality.

Dia menuturkan, penggunaan internet menciptakan era abundance (kelimpahan), dimana informasi dan pengetahuan dari berbagai bidang melimpah ruah dan murah. Hanya saja harus berhati-hati karena bercampur “sampah informasi”.

Termasuk, lanjut Hendri, Media sosial yang memunculkan adiksi sosial dan menfasilitasi hasrat manusia. Media sosial juga menjadi ajang kreativitas pembuat konten dimanapun oleh siapapun. Oleh karena itu perlu adanya etika komunikasi yang tekait dengan tanggung jawab moral.

"Konten positif maupun negatif yang mengakibatkan terjadinya tsunami informasi yang akibatnya justru banyak disinformasi dan kebenaran semu (false truth)," pungkasnya.[]