Ekonomi

Anggota DPR PDIP Cecar Pertamina Tingkatkan TKDN dan Tekan Impor


Anggota DPR PDIP Cecar Pertamina Tingkatkan TKDN dan Tekan Impor
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terpilih dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus meminta Pertamina meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan menekan impor yang memerlukan dolar besar di masa yang dinilai sulit saat ini.

“Restrukturisasi korporasi yang baru dilakukan oleh Pertamina seharusnya juga berdampak pada restrukturisasi bisnis secara keseluruhan dan secara terintegrasi,” kata Deddy dilansir dari Antara, Jum'at (28/8/2020).

Deddy Yevri Sitorus menyampaikan, meskipun mengalami kerugian, Pertamina diminta tetap meneruskan tugas-tugas konstitusionalnya melayani rakyat melalui ketersediaan energi.

Menurut Deddy, kerugian yang dialami Pertamina pada Semester I 2020 sebagai hal wajar, mengingat semua perusahaan minyak berskala global di dunia mengalami hal yang sama akibat pandemi COVID-19.

Sepanjang Semester I/2020, lanjut Deddy, ekonomi dunia, tanpa terkecuali Indonesia, mengalami penurunan sangat tajam yang berimbas kepada volume penjualan di sektor industri dan retail.

“Kerugian Pertamina juga disebabkan oleh penuruan dan fluktuasi nilai tukar dan harga minyak mentah dunia juga menyumbang terhadap kerugian. Pertamina juga mengalami tekanan akibat kinerja lifting minyak ladang-ladang minyak yang terus mengalami penurunan produksi,” ujar Deddy Yevri Sitorus anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Oleh karena itu, Deddy Yevri Sitorus meminta Pertamina agar terus melakukan efisiensi dalam belanja modal dan belanja operasional perusahaan secara signifikan, jika perlu segera melakukan renegosiasi kontrak-kontrak yang ada untuk menekan biaya dan memelihara arus kas. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Holding BUMN Migas itu mencatat kinerja buruk selama semester I-2020. Tercatat, perusahaan mengalami rugi bersih sebesar US$767,91 juta setara Rp11,13 triliun (mengacu kurs Rp14.500 per dolar AS). Padahal di periode yang sama tahun lalu, perseroan berhasil meraup laba sebesar US$659,95 juta, atau Rp9,56 triliun.

Sekadar informasi, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman melalui informasi tertulis yang diterima, menjelaskan sepanjang semester I-2020 Pertamina menghadapi triple shock. Yakni penurunan harga minyak mentah dunia, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri, serta pergerakan nilai tukar dolar yang berdampak pada selisih kurs yang cukup signifikan.

Sumber: Antara