Ekonomi

Anggota DPR Ini Desak Pemerintah Sigap Hadapi Dampak Resesi

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengungkapkan pemerintah sebaiknya fokus bagaimana meminimalisir dampak resesi


Anggota DPR Ini Desak Pemerintah Sigap Hadapi Dampak Resesi
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati saat Rapat Kerja Komisi XI dengan Menteri Keuangan membahas Ekstensifikasi Barang Kena Cukai berupa Kantong Plastik di Gedung DPR RI, Rabu (20/2/2020). (ISTIMEWA )

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengungkapkan pemerintah sebaiknya bukan fokus heboh pada resesi, melainkan bagaimana meminimalisir dampak resesi yang juga dihadapi oleh setiap negara tersebut.

Politisi Fraksi Partai PKS ini mengingatkan, dampak dari resesi paling dikhawatirkan adalah lonjakan pengangguran yang cukup tinggi hingga berdampak pada lonjakan jumlah masyarakat miskin.

Hal ini dapat dilihat dari empat variabel menurunnya pertumbuhan ekonomi, diantaranya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, ekspor impor, dan investasi.

Sementara keempat indikator tersebut menurun, hal yang sama tidak terjadi pada indikator daya beli. Menurut Anis, tidak semua masyarakat kehilangan daya belinya.

“Ada sebagian masyarakat yang memiliki tabungan atau memiliki pendapatan yang cukup untuk belanja kebutuhannya. Hanya saja mereka menahan belanjanya, karena wabah masih berlanjut. Oleh karena itu, saya mengusulkan kepada pemerintah agar perhatian lebih diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak paling parah dari pandemi ini,” tutur Anis Byarwati melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Sementara itu, legislator asal Jakarta Timur ini mengatakan dunia usaha juga perlu dorongan atau bantuan pemerintah untuk bisa bertahan dimasa pandemi ini.

“Ketika dunia usaha tidak bisa bertahan, mereka melakukan efisiensi, merumahkan karyawannya dan melakukan PHK,” papar Anis Byarwati legislator DPR RI itu.

Dampak secara langsung kepada masyarakat inilah yang dinilai memicu turunnya konsumsi masyarakat. Terlebih ketika konsumsi menurun, maka akibatnya pertumbuhan ekonomi juga akan menurun.

Doktor Ekonomi lulusan Universitas Airlangga ini mengkritisi bahwa selama ini ekonomi Indonesia terlalu bertumpu pada aspek konsumsi. Tercatat, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 57 persen.