News

Anggota DPR dari PKS Ini Puji Yasonna Tangkap Maria Pauline Lumowa, Tapi...


Anggota DPR dari PKS Ini Puji Yasonna Tangkap Maria Pauline Lumowa, Tapi...
Anggota Komisi III DPR RI yang juga Ketua DPP PKS, Aboe Bakar Alhabsyi. (AKURAT.CO/Deni Muhtarudin)

AKURAT.CO, Kinerja Menkumham, Yasonna Laoly, yang berhasil menangkap dan memulangkan buronan pembobol BNI Maria Pauline Lumowa diapresiasi oleh Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi.

Pria yang akrab disapa Habib itu pun mengucapkan selamat kepada Menkumham. Habib menilai, keberhasilan memulangkan Maria Pauline Lumowa pastilah melalui cara diplomasi tingkat tinggi dengan pihak Pemerintah Serbia.

“Bisa jadi ini keberkahan atas kunjungan Duta Besar Serbia untuk Indonesia Slobodan Marinkovic ke Menkumham beberapa waktu lalu. Sehingga kunjungan balasan Menkumham ke Serbia mendapat atensi yang baik dari Presiden Serbia. Hasilnya bisa memulangkan buron tersebut,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun menjelaskan kenapa Maria Pauline Lumowa baru bisa ditangkap sekarang setelah selama 17 tahun melarikan diri dari aparat penegak hukum Indonesia.

“Karena dengan Serbia kita belum punya perjanjian hukum timbal balik atau MLA. Saat ini kita masih pada proses penjajakan untuk pembuatan MLA tersebut. Mungkin ini salah satu kendala untuk memulangkan buron,” ujar Habib.

Sementara terkait terdakwa kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, yang kini buron, Habib pun menilai bahwa hal itu menjadi koreksi bagi Menkumham. Sebab, Maria Pauline Lumowa yang sudah 17 tahun buron saja bisa ditangkap, sedangkan Djoko Tjandra masih bebas keluar masuk wilayah Indonesia.

“Saya lihat itu koreksi buat Menkumham juga. Djoko Tjandra dikabarkan sudah meninggalkan Indonesia usai membuat KTP elektronik dan pendaftarkan Peninjauan Kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kuasa Hukum Djoko Tjandra mengungkap saat ini buronan Kejaksaan Agung itu sudah berada di Malaysia. Sedangkan Dirjen Imigrasi tidak merekam perlintasan masuk dan keluarnya Djoko Tjandra, ini kan aneh. Ada apa sebenarnya dengan imigrasi kita?. Jangan sampai negara bisa dibuat mainan sama orang-orang yang tak bertanggungjawab,” katanya.

Oleh karena itu, Habib pun meminta kepada Menkumham untuk segera mengevaluasi secara menyeluruh kinerja dari Ditjen Imigrasi.

“Kalau soal perlintasan, kuncinya ada di Dirjen Imigrasi. Saya rasa Menkumham perlu mengevaluasi sistem perlintasan kita. Jika sistemnya tak bermasalah, maka yang bermasalah sebenarnya pelaksana di lapangan,” ungkapnya.

Habib menyampaikan, jika aparat penegak hukum Indonesia memiliki kemauan dan integritas yang tinggi, maka semua pelanggar hukum pasti akan mudah ditangkap dan diadili.

“Kunci keberhasilan penegakan hukum pada kemauan dan integritas para pelaksananya. Sedangkan cara dan tekniknya bisa dicari. Meskipun kita belum ada MLA dengan Serbia, yang secara teori mustahil melakukan pemulangan, faktanya hal itu bisa dilakukan,” ujarnya.[]

Deni Muhtarudin

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu