Ekonomi

Anggaran Ketahanan Pangan 2022 Capai Rp76,9 Triliun, Untuk Apa Saja?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran ketahanan pangan pada tahun 2022 yang mencapai Rp76,9 triliun


Anggaran Ketahanan Pangan 2022 Capai Rp76,9 Triliun, Untuk Apa Saja?
Ilustrasi ketahanan pangan (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran ketahanan pangan pada tahun 2022 yang mencapai Rp76,9 triliun.

Airlangga Hartarto mengungkapkan anggaran tersebut diarahkan untuk peningkatan keterjangkauan dan kecukupan pangan yang beragam, berkualitas, bergizi, dan aman.

Kedua peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan nelayan melalui penguatan kapasitas petani dan nelayan, penguatan akses terhadap input produksi, penyediaan sarana prasarana pertanian dan perikanan, serta mendorong mekanisasi dan penggunaan teknologi.

Kemudian diversifikasi pangan dan kualitas gizi; perbaikan iklim usaha dan daya saing; serta penguatan sistem pangan berkelanjutan (pengembangan food estate).

“Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tetap resilient di tengah pandemi. Sebagai penopang sektor pangan, pertanian menjadi sektor yang tetap tumbuh positif ketika sektor lain mengalami kontraksi. Bahkan sektor ini juga berkontribusi terhadap ekspor,” kata Airlangga Hartarto lewat keterangannya, Selasa (30/11/2021).

Mengingat pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional, Menko Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Pemerintah melakukan berbagai upaya menjaga ketahanan pangan tersebut melalui empat strategi.

Pertama, terkait dengan keterjangkauan dari sisi peningkatan akses pangan masyarakat, Pemerintah mendorong pemanfaatan digitalisasi dari pasar serta kerjasama dengan BUMN guna dapat mendistribusikan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Kedua, Pemerintah menjaga ketersediaan pangan dengan menjaga pasokan stok pangan yang dilakukan melalui peningkatan produktivitas dalam negeri dan mensubstitusikan kegiatan yang tergantung dari negara lain.

Ketiga, terkait dengan peningkatan kualitas dan keamanan pangan, Pemerintah melakukan penerapan budidaya pertanian yang baik (Good Agricultural Practices) dan penanganan pascapanen yang baik (Good Handling Practices), pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta Pemenuhan Sanitary dan Phytosanitary (SPS) yang akan terus dijaga.