Ekonomi

Anggaran Kesehatan Diramal Sentuh Rp300 Triliun Tahun Ini, Ampuh Perangi Covid-19?

Menkeu memprediksi anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa mencapai lebih dari Rp300 triliun untuk tahun ini.


Anggaran Kesehatan Diramal Sentuh Rp300 Triliun Tahun Ini, Ampuh Perangi Covid-19?
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa mencapai lebih dari Rp300 triliun tahun ini. (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa mencapai lebih dari Rp300 triliun untuk tahun ini. Mayoritas anggaran kesehatan tersebut akan dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Sebagian sangat besar adalah untuk kesehatan naik dari Rp176 triliun dalam penanganan covid-19 menjadi Rp214,9 triliun. Total anggaran kesehatan tahun ini, diproyeksikan bahkan bisa mencapai di atas Rp300 triliun. Sebuah angka yang luar biasa besar," tuturnya dalam webinar, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, sebelumnya pemerintah telah beberapa kali menambah alokasi anggaran kesehatan dalam PEN menjadi Rp214,95 triliun. Secara total, pemerintah mengerek anggaran PEN dari Rp699,43 triliun menjadi Rp744,75 triliun.

Selain anggaran kesehatan, pemerintah juga menambah dana perlindungan sosial menjadi Rp186,64 triliun. Dana tersebut digunakan untuk bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selanjutnya, bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kartu sembako bagi 18,8 juta KPM, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi 10 juta KPM. Pemerintah juga menyalurkan bansos lewat program BLT Dana Desa bagi 5,33 juta KPM.

Bagi pekerja terdampak pandemi, pemerintah menyalurkan bantuan melalui Program Kartu Prakerja dengan kuota tambahan 2,82 juta sehingga menjadi 8,4 juta tahun ini serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada 8 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta.

Bendahara negara menambahkan pemerintah juga memberikan subsidi kuota internet bagi 34,41 juta penerima dan diskon listrik. Semua dana tersebut dianggarkan dalam APBN.

"Jadi APBN kita resources-nya shifting sangat masif dan signifikan untuk membantu masyarakat," ungkapnya.

Pemerintah menaikkan anggaran kesehatan dari Rp182 triliun menjadi Rp193 triliun. Hal ini merupakan kenaikan kedua yang dilakukan pemerintah dalam rangka menanggulangi penyebaran corona yang belakangan ini kian melonjak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan anggaran kesehatan mulanya sebesar Rp172 triliun dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021. Namun, pemerintah menaikkan menjadi Rp182 triliun dan kini kembali naik menjadi lebih dari Rp190 triliun.

"Untuk bidang kesehatan 2021 akan alami kenaikan lagi yaitu untuk program PEN penanganan Covid-19," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (5/7).[]