Lifestyle

Andy Noya: Para Pembisnis Penting Punya Misi Sosial


Andy Noya: Para Pembisnis Penting Punya Misi Sosial
Andy Noya di Berani Gundul 2019 (AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati)

AKURAT.CO, Sangat aktif di kegiatan sosial, hingga memiliki beberapa yayasan yang juga fokus pada kegiatan-kegiatan sosial, Andy Flores Noya, atau biasa dikenal dengan Andy Noya, mengaku saat ini sedang fokus pada kegiatan social entrepreneur.

Menurutnya, sangat penting bagi para pelaku bisnis, untuk juga memiliki misi sosial atau sebaliknya melakukan kegiatan sosial dengan pola pikir pebisnis atau entrepreneur. Dirinya juga mengatakan, para pembisnis jangan hanya mencari keuntungan atau materi semata, tetapi usaha tersebut harus memberikan dampak bagi orang banyak.

"Aku mendorong anak-anak muda yang ingin memiliki usaha, atau sudah memiliki, agar memiliki usaha yang bisa berdampak pada banyak orang, juga negaranya. Apa sih maksud dampaknya ini? Bisa berupa menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang ada di berbagai daerah di Indonesia," katanya kepada AkuratTren, di Gandaria City Mall, baru-baru ini.

baca juga:

Dirinya memberikan contoh, misalnya seperti di Flores Timur, tingkat kematian ibu dan bayi tinggi sekali. Ada beberapa anak muda, lulusan luar negeri, yang terpanggil untuk mengatasi tingkat kematian ibu dan anak ini dengan memberdayakan ibu-ibu di Flores Timur untuk membuat anyaman, kemudian saat ini dikenal produk-produk anyaman dengan nama 'Du Anyam'.

"Kalau kamu browshing, Du Anyam bukan hanya di Flores Timur saat ini, melainkan sudah bergerak di beberapa daerah lain, dengan misi bisnis untuk memecahkan masalah seperti tingkat kematian ibu dan anak seperti di Flores Timur. Ini hasil anak-anak muda Indonesia. Negara butuh yang seperti ini, bukan dengan bisnis yang hanya sekedar memperkaya diri sendiri," jelasnya.

Contoh lain dari daerah Gersik, Jawa Timur. Seorang wanita muda bernama Vania Santoso, dengan awal mula melihat ibu-ibu dekat pabrik semen di daerah Gersik ini hanya menjual kertas sak semen bekas yang ditimbang kiloan. Sehingga harga jual yang didapat juga kecil, dan tak heran bertahun-tahun tidak ada perubahan kesejahteraan.

Kemudian wanita ini mencoba mengembangkan sak semen bekas ini menjadi produk-produk fashion. Seperti bikin sepatu, tas cantik, dan lain sebagainya, dengan memberdayakan ibu-ibu tersebut. Sehingga ada nilai tambah yang didapatkan mereka.

"Kalau Vania ini bahkan setelah bu Risma, Walikota Surabaya menutup Dolly, ibu-ibunya oleh Vania diberi latihan membatik diatas kertas sak semen, nah keterampilan inilah yang kemudian membuat mereka mendapatkan nilai lebih daripada sebelumya. Jadi ada lapagan pekerjaan baru, dengan nilai tambah, dari apa karya yang mereka buat," tambahnya.

Bang Andy, panggilan akrabnya, memberikan tips untuk kamu agar dapat memiliki jiwa kepemimpinan, jiwa bisnis, namun tidak meninggalkan kepeduliannya terhadap kegiatan sosial.

Menurutnya, dengan membaca, mendengar, dan mengobrol dengan orang-orang yang mengalami masalah beban hidupnya berat, pendengar akan merubah mindset-nya, bahwa ini persoalan bersama.

"Harus lebih sensitif, biasa orang-orang yang terjun ke kegiatan sosial pasti punya pengalaman pribadi, apakah dulu dia miskin, apakah ibunya pernah kena kanker, apakah dia pernah bertemu dengan seseorang yang membuat dirinya tersentuh, tapi kan hal tersebut tidak semua orang mengalaminya. Maka harus ada keinginan untuk mau mendengar, membaca, dan dekat dengan orang-orang yang bisa membuat kita tersentuh itu," tutupnya.[]