Ekonomi

Andre Rosiade: Holding Ultra Mikro Buat Penyaluran Pembiayaan Lebih Ekspansif

Andre Rosiade: Holding Ultra Mikro Buat Penyaluran Pembiayaan Lebih Ekspansif
Juru Bicara Pasangan Calon Presiden Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade (AKURAT.CO/Khalisa Salsabila)

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendukung langkah pemerintah untuk membentuk holding BUMN Ultra Mikro (UMi), serta mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat penggabungan BRI, Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian. 

Menurutnya holding BUMN Ultra Mikro tersebut akan membuat Pegadaian serta PNM akan semakin lebih ekspansif untuk menjangkau masyarakat hingga pedesaan, terkait pembiayaan UMKM maupun operasional lainnya.

"Pegadaian dan PNM bisa lebih ekspansif dimana kantor cabang BRI di desa bisa jadi kantor Pegadaian tanpa perlu investasi kantor baru. Sehingga mendukung pembiayaan semakin luas di Indonesia," tuturnya saat dihubungi, Minggu (14/2/2021).

baca juga:

Ia mengatakan dengan holding BUMN Ultra Mikro, setidaknya dapat memangkas anggaran untuk melakukan ekspansi penyaluran pembiayaan dengan waktu lebih cepat tanpa perlu investasi besar. Sehingga, diharapkan dapat menurunkan biaya operasional.

"Dengan holding tanpa perlu investasi kantor, karena invesatsi sekantor butuh sekitar Rp200 juta setahun. Misalnya Pegadaian menambah 2.000 kantor ya, itu butuh hampir Rp400 miliar dengan bergabung nanti operasi Pegadaian bisa di kantor BRI di desa-desa," terang Andre Rosiade. 

Untuk itu, pihaknya meyakini holding dapat mempermudah aksesbilitas masyarakat sekaligus dapat menghapus praktik rentenir karena holding akan membiayai pembiayaan dengan bunga lebih murah.

Selain itu Andre Rosiade juga mengatakan meskipun nantinya akan terjadi holding, namun operasional Pegadaian dan PNM tetap tidak berubah sehingga masih dapat melayani masyarakat dengan mudah meskipun telah menjadi satu ekosistem dengan BRI.

"Saya ingin sampaikan bahwa tidak akan merubah pola kerja tidak akan mengubah proses kultur dan budaya serta SOP kerja. karena perusahaan pegadaian dan PNM mereka sudah punya budaya kerja," tandasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengungkapkan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pemberdayaan usaha ultra mikro (UMi) serta mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat serta setiap perusahaan yang terlibat salah satunya terciptanya efisiensi bagi Pegadaian.

"Beberapa hal yang kita lakukan dengan sinergi, PKS, MoU, tidak bisa membuat ikatan yang sangat kuat. Contohnya, bagaimana Pegadaian yang mau mengembangkan 2.000 outlet berapa biayanya? Kalau dengan BRI kami bisa hemat per outlet Rp200 juta, kalau 2.000 outlet berarti (hemat) Rp400 miliar per tahun. Belum nanti kami punya penaksir-penaksir yang ditempatkan di kantor BRI, maka pelayanan kami terhadap masyarakat di remote area khususnya akan tambah banyak," ujar Kuswiyoto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, pada hari ini, Senin (8/2/2021).[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu