Entertainment

Andre Irawan Bahas Benda Pusaka, Roro Fitria: Gak Ada Korelasinya

Andre Irawan Bahas Benda Pusaka, Roro Fitria: Gak Ada Korelasinya
Roro Fitria dan kuasa hukum di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (16/09). (AKURAT.CO/Maria Gabrielle)

AKURAT.CO, Pasangan Roro Fitria dan Andre Irawan dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Selasa (27/9) di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Dalam persidangan nanti, keduanya diduga akan sama-sama hadir.

Sebelum menjalani persidangan, Roro Fitria sempat mengungkapkan kekesalannya saat Andre Irawan mengungkapkan mengenai benda pusaka yang dimilikinya.

“Orang hijrah itu real, buang semua yang berbau mistis," ujar Andre Irawan beberapa waktu lalu.

baca juga:

Hal itu pun langsung dibantah oleh Roro Fitria. Baginya, tak ada korelasi antara perceraian dengan benda pusaka yang dimilikinya.

"Ada korelasi sama perceraian enggak? Enggak ada kan?," ucap Roro Fitria dikutip dari kanal youtube Intens Investigasi, Senin (26/9).

Salah satu kuasa hukum Roro Fitria pun meminta Andre Irawan untuk bertempat tinggal di kontrakan apabila tak ingin melihat benda-benda pusaka yang berada dikediaman Roro.

"Kalau enggak mau ada benda pusaka atau benda peninggalan orangtua dan leluhur Nyai, mending Pak Andre kontrak atau beli rumah sendiri sana," tutur Asgar Sjarfi, kuasa hukum Roro Fitria.

Secara tegas perempuan 32 tahun itu menyebut bahwa benda pusaka miliknya itu hanya dirawat tanpa Ia melakukan ritual lainnya.

"Nyai hanya merawat tanpa diritualkan lagi. Tolong dicatat," tegas Roro.

Seperti diberitakan sebelumnya, Roro Fitria diketahui mengajukan gugatan secara e-court atau daring di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor perkara 3468/Pdt.G/2022/PAJS.

Roro Fitria bersama tim kuasa hukum menggelar jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (16/09). Asgar Sjarfi selaku kuasa hukum Roro mengungkapan dalam gugatan yang diajukan terdapat adanya kekerasan verbal.

“Kalau kekerasan akan kami ungkap di pengadilan, tapi yang pasti bisa dibaca dalam gugatan ada kekerasan verbal. Itu meneror nyai, keselamatan nyai juga. Jadi, kekerasan yang kami ungkap adalah verbal, fisiknya nanti,” ujar Asgar Sjarfi.

Salah satu psikolog yang menangani Roro Fitria, Chitra Ananda, mengatakan bahwa ketika pertama kali datang, Roro mengaku merasa cemas. Kemudian dilakukan pemeriksaan.

"(Hasilnya) memang ada depresi, ditambah situasinya kan memang pasca melahirkan ya. Ternyata dengan situasi rumah tangganya yang memperparah kondisi psikologisnya," jelas Chitra.[]