Entertainment

Andmesh Makaleng Hibur Pengunjung di Hari Pertama Java Jazz Festival

Andmesh Makaleng bawakan lagu-lagu hitsnya di Java Jazz Festival


Andmesh Makaleng Hibur Pengunjung di Hari Pertama Java Jazz Festival
Penyanyi Andmesh saat tampil di Java Jazz Festival 2020 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Andmesh pertama kali menjadi pengisi acara dalam pagelaran musik Java Jazz Festival. Dikenal sebagai solois lagu cinta, penyanyi asal Nusa Tenggara Timur ini menyanyikan lagu asal kampung halamannya, Gemu Fa Mi Re. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Java Jazz Festival hadir kembali setelah dua tahun tidak hadir lantaran pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia.

Penyanyi lokal hingga Internasional akhirnya menghibur para pecinta musik.

Salah satu, penyanyi yang menghibur pada hari pertama, tak lain yaitu Andmesh Makaleng.

baca juga:

Penyanyi Andmesh Makaleng hadir untuk menghibur para penggemarnya yang datang di Java Jazz Festival dikawasan JiExpo Kemayoran, Jakarta pada Jum’at (27/5).

Andmesh membuka penampilannya dengan menyanyikan lagu ‘Kumau Dia’ yang rilis pada 2019 lalu tersebut.

Penampilan Andmesh berhasil memukau para pengunjung yang hadir.

Selain lagu ‘Kumau Dia’, penyanyi jebolan Rising Star itu berhasil memberikan aksi panggung yang cukup meriah.

Setelah membawakan lagu Kumau Dia, Andmesh membawakan lagu Jangan Rubah Takdirku yang berhasil membuat para penonton ikut bernyanyi dengannya.

Ditengah aksi panggungya, para penonton dibuat terkejut dengan kehadilan komposer ternama yang sudah dikenal oleh para penonton.

Erwin Gutawa, secara tiba-tiba hadir dan keduanya berkolaborasi dengan menyanyikan lagu daerah Nusa Tenggara Timur, Bolelebo.

Andmesh Makaleng Hibur Pengunjung di Hari Pertama Java Jazz Festival - Foto 1
Andmesh Makaleng menghibur para penonton di hari pertama pagelaran Java Jazz Festival, Jum'at (27/5) Akurat.co/Nuzulul Karamah.

“Saya dan Om Erwin pertama kali ketemu di New Zealand tahun 2018. Di New Zealand itu kami membawakan lagu yang berasal dari daerah saya, NTT, Bolelebo,” ujar Andmesh.

Penyanyi 25 tahun itu kemudian menceritakan bahwa Erwin Gutawa merupakan sosok yang cukup berpengaruh dalam perjalanan kariernya.

“Saya manggung di New Zealand bahkan sebelum Cinta Luar Biasa. Gara-gara Om Erwin, Andmesh bisa seperti sekarang ini,” kenang Andmesh.

Lagu daerah tersebut dibawakan secara hikmat dan merdu layaknya Andmesh tengah berada dikampung halamannya.

Bolelebo mempunyai makna tentang kerinduan seseorang pada masyarakat Nusa Tenggara Timur. Mereka begitu dicintai dan dapat dibanggakan di tanah rantau.

Selain itu, Andmesh dan Erwin Gutawa membawakan lagu ‘Jangan Semudah Ini’ dengan aransemen yang cukup modern.

Lagu itu berkisah tentang ketidakrelaan dalam melepaskan pasangan yang dicintainya itu diciptakan Erwin dan  pernah dinyanyikan Atiek CB pada tahun 1990 dan Ruth Sahanaya pada tahun 1996.[]