News

Andi Irfan Didakwa Berikan Suap ke Pejabat Kejagung dan Hakim MA

Andi didakwa melakukan permufakatan jahat.


Andi Irfan Didakwa Berikan Suap ke Pejabat Kejagung dan Hakim MA
Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya berompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). (AKURAT.CO/AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Terdakwa politikus Partai NasDem, Andi Irfan Jaya didakwa melakukan pemufakatan jahat bersama Pinangki Sirna Malasari dan Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).     

Permufakatan jahat berupa fatwa Mahkamah Agung (MA) dan memberikan sejumlah uang kepada pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) dan hakim MA.      

Dalam pembahasannya bersama Andi Irfan Jaya dan Pinangki Sirna Malasari terpidana perkara korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali telah bersedia memberikan uang sebesar 10 juta USD untuk menyuap pejabat Kejagung dan hakim MA.     

baca juga:

"Terdakwa (Andi Irfan Jaya) telah melakukan permufakatan jahat dengan Pinangki Sirna Malasari dan Joko Soegiarto Tjandra untuk melakukan tindak pidana korupsi," kata JPU Didi Kurniawan saat membacakan surat dakwaan untuk terdakwa Andi Irfan Jaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2020).      

Andi Irfan Jaya, Pinangki Sirna Malasari, dan Djoko Tjandra diduga bermufakat jahat untuk memberi atau menjanjikan uang sebesar 10 juta dolar AS atau senilai Rp145 miliar kepada Pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) dan hakim di MA.     

Uang suap sebesar Rp145 miliar tersebut agar pejabat Kejagung dan MA menerbitkan fatwa MA, dengan tujuan pidana penjara 2 tahun terhadap Djoko Tjandra tidak bisa dieksekusi, berdasarkan putusan PK Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009.      

"Sehingga, Joko Soegiarto Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani pidana," ucap jaksa.  

Permufakatan jahat berawal pada 22 November 2019, terdakwa Andi Irfan Jaya sempat dihubungi oleh Pinangki Sirna Malasari. Pinangki meminta bantuan Andi Irfan Jaya untuk menemaninya bertemu dengan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia pada 25 November 2019.     

Terdakwa Andi Irfan Jaya menyetujui  atas permintaan Pinangki. Andi, Pinangki, dan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking selaku konsultan hukum Djoko Tjandra akhirnya bertemu di Bandara Soekarno Hatta untuk bersama-sama pergi ke Kuala Lumpur.        

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu